Kala Kehilangan

Pada satu poin, semua manusia akan merasakan kehilangan. Ditinggal yang terkasih, keluarga, orang tua, anak, kakak/adik, sahabat, teman lama, rekan kerja… Kehilangan barang favorit, peliharaan kesayangan, pekerjaan favorit, hubungan asmara, dan lain-lain. Menghadapinya, mungkin reaksi manusia bisa kesal, jengkel, kecewa, marah, merasa sial dan paling malang sedunia, bahkan menyalahkan Allah sambil bertanya, “Kenapa saya mengalami…

ayo terus menulis (dan membaca)

Memiliki kemampuan menulis itu kadang bikin kaget sendiri. Terutama saat membaca ulang tulisan-tulisan lama. Kaget, karena jadi teringat bahwa kita dulu pernah memiliki pemikiran sebrilian (atau senaif?) itu. Kita jadi bisa melihat betapa kita sekarang sudah lebih berkembang, atau malah lebih menurun. Haha.. Buat saya, menulis di blog bukan sekadar hobi atau wadah berekspresi, tapi…

kenapa Allah membiarkan hidup ini berat?

Suatu hari anak saya bertanya, “Jika Allah itu Maha Penyayang, kenapa kita diberikan cobaan dan masalah-masalah yang berat, Mam? Kenapa ada perang di dunia, masa sih Allah membiarkan hal-hal buruk terjadi pada manusia?” Mendengarnya saya tersenyum. Itu pertanyaan yang pernah saya tanyakan ke guru mengaji waktu saya masih bocah. Dan, layaknya sejarah–cenderung selalu berulang, pertanyaan…

menerima lebih berat daripada melawan

Secara insting, biasanya manusia takut pada hal-hal yang tidak dimengertinya. Takut tak mampu mengatasinya. Pun, manusia takut pada hal-hal yang tidak bisa diantisipasi atau di luar kendalinya.   Padahal sejatinya, manusia memang tak mampu mengendalikan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup. Hanya Tuhan yang bisa. Namun kita sering melupakan ini. Karena hidup dan lingkungan kita…

imperfect contemplation

“God giveth and God taketh away.” I’ve heard that before. From a Bible, I think. In Islam, we learned, “For indeed, with hardship [will be] ease. Indeed, with hardship [will be] ease.” (Q.S. 94 Ash-Sharh: 5-6) I know, those verses do not have the same “meaning”. But in my paralleled (and probably twisted) mind of…

kecewa? bawa lucu aja

​Tahukah KawaNina, Dalam hidup kita akan selalu bertemu dengan yang namanya “kecewa”. Dan kekecewaan itu berbanding lurus dengan ekspektasi. Sedangkan ekspektasi merupakan cerminan dari positive thinking kita terhadap potensi orang lain, serta bagaimana orang tersebut mengenali potensinya dan mengelola dirinya sendiri. Jika diibaratkan sebuah analisis, hipotesis tersebut di atas anggaplah memiliki deviasi 5%, diregresi, sehingga…

God gave you brain, use it

​Dalam memotivasi orang lain, manusia memiliki cara berbeda-beda. Ada yang dengan cara lembut, ada yang dengan cara tegas, ada yang dengan cara positif optimis, ada juga yang dengan cara sarkastis. Setidaknya itu semua di atas masih lebih realistis daripada berucap lezat menjanjikan, tapi isinya kosong. Saya punya beberapa sahabat yang sangat inspiratif, karena kehebatan mereka…

serious as h*ll

I live my last 20 years becoming a mother. Now, I’m a mother of three. I’ve been married twice, and divorced. It means I disappointed, twice. Then my dummy heart ask for another–someone to trust again, while my logic is severely wounded and stop believing in love. Never again. This is a battle of wounded…

mencintai itu takdir

Sore ini di saat rehat, iseng saya memerhatikan feed BBM. Mata saya menangkap quote yang menjadi display photo salah seorang sahabat saya.. “Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kau bisa berencana menikah dgn siapa, tapi tak bisa kau rencanakan cintamu utk siapa — Sujiwo Tejo” Saya jadi nyengir. Saya pernah baca quote tersebut dalam twitter…

[note to self] 27 things you need to do before settle down. again.

My former lecturer in the university (Unpad) shared this on his wall.. And since I was thinking (or not! haha..) about settling down, once again, I took note of the list of what to do before settle down. Again. Let’s check which point I’ve done and not yet. 27 things you need to do before…

[Romansa] tak lagi mencari

Mungkin kamu adalah lelaki paling kasar yang pernah aku kenal. Dan kamu tau itu. Suatu saat, kita sedang berbincang, kamu bertanya kepadaku, “Apa kamu masih ingin mencari lelaki lain kah?” “Tidak,” jawabku singkat. “Kenapa?” “Aku sudah menemukanmu.” “Tapi aku bukan siapa-siapa. Aku tidak kaya, tidak hebat, tidak bisa mesra seperti yang kamu inginkan.” “Aku juga…