[Puisi] menemukanmu, kekasih

Kekasih, telah ‘ku arungi waktu sampai ke titik ini
‘Ku lintasi lembaran hidup dalam suka dan sedih,
‘Ku berjalan sekian dekade dalam ramai dan sepi
Dan membuat keputusan, baik kanan maupun kiri..

Hadirmu di sudut mataku membuatku tersadar,
Bahwa selama ini ‘ku tertidur berjalan sampai tersasar,
Senyum dan sapa tulusmu membuat jiwa ini membesar,
Memicu tanyaku, “Kaukah pelabuhan terakhir tempat perahuku bersandar?”

Kekasih, tak ‘ku sesali semua opsi yang pernah kubuat
Karena semua membawaku bersua engkau dan tertambat
Meski senja menggurat mengesankan aku nyaris terlambat
Namun izinkan ‘ku mengatakan bahwa hatiku ini telah kau pikat

Hampir tak percaya melihatmu ada di hadapanku berdiri
Menggenggam tanganku, mengajakku berlari
Menyusuri hari-hari yang kini tak lagi sendiri
Membuncah bahagia mendengarmu bertanya, “Will you marry me?”

Yes, I will, baby.
I will.

🙂
♡Nina Razad
4 April 2015
:: firstavina.com ::

image
Menemukanmu, kekasih (a poem by ninarazad, firstavina.com)

[Puisi] uniknya cinta

Uniknya cinta adalah ia selalu menghampiri ketika kita tak mencari.
Lalu mengikat hati tanpa memerlukan tali.
Bersamanya, diri begitu bahagia tak terperi.
Berjauhan darinya, lara rindu pun tak bertepi.

Konon hidup adalah perjuangan,
Dimana cinta adalah pengorbanan,
Namun pahit-manis cinta membuat hidup layak dipertahankan
Sampai ajal datang mengakhiri kefanaan..

Pastikan cinta yang ini hadirnya bukan dari perut belaka,
Melain cinta yang dianugerahi oleh Sang Maha Cinta. ^_^

♡ Nina Razad
4 April 2015
:: firstavina.com ::

image

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: