Kekasih, telah ‘ku arungi waktu sampai ke titik ini
‘Ku lintasi lembaran hidup dalam suka dan sedih,
‘Ku berjalan sekian dekade dalam ramai dan sepi
Dan membuat keputusan, baik kanan maupun kiri..

Hadirmu di sudut mataku membuatku tersadar,
Bahwa selama ini ‘ku tertidur berjalan sampai tersasar,
Senyum dan sapa tulusmu membuat jiwa ini membesar,
Memicu tanyaku, “Kaukah pelabuhan terakhir tempat perahuku bersandar?”

Kekasih, tak ‘ku sesali semua opsi yang pernah kubuat
Karena semua membawaku bersua engkau dan tertambat
Meski senja menggurat mengesankan aku nyaris terlambat
Namun izinkan ‘ku mengatakan bahwa hatiku ini telah kau pikat

Hampir tak percaya melihatmu ada di hadapanku berdiri
Menggenggam tanganku, mengajakku berlari
Menyusuri hari-hari yang kini tak lagi sendiri
Membuncah bahagia mendengarmu bertanya, “Will you marry me?”

Yes, I will, baby.
I will.

🙂
♡Nina Razad
4 April 2015
:: firstavina.com ::

image
Menemukanmu, kekasih (a poem by ninarazad, firstavina.com)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

April 2015
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  


Recent posts

Quote of the week

Abu Hurairah narrated that the Messenger of Allah (saw) said:

“Lo! Indeed the world is cursed. What is in it is cursed, except for remembrance of Allah, what is conducive to that, the knowledgeable person and the learning person.”

— Jami` at-Tirmidhi 2322