Good Governance: Belajar dari Kulonprogo

Bagaimanapun sesuatu yang buruk, walau ditutupi dengan sangat rapi, akan ketahuan juga buruknya. Sebaliknya, sesuatu yang baik, walau tak diekspose besar-besaran, seiring waktu akan ketahuan publik juga.

Kuncinya ada di “pihak penyebar info”, utamanya pelaku media dan media sosial di internet. Jika tak perlu disebar, tak usahlah. Malah hanya akan menambah dosa pribadi, karena turut memfitnah dan ghibah. Jika perlu disebar, sebarlah seluas-luasnya, siapa tahu ada pelajaran di dalam informasi tersebut.

Seperti tulisan di bawah ini, reshare dari kawan di grup, menurut saya, sangat layak disebar. Ini best practice maka semoga mampu menginspirasi, diadopsi, diimplementasi, dan terpenting, semoga terjaga akurasi. 😁

belajar-dari-kulonprogo
====================================
“TELADAN DALAM SENYAP”
(Belajar dari Bupati Kulonprogo, DIY)

Kulonprogo bukanlah daerah yg jadi sorotan media, Bandung, Surabaya, apalagi Jakarta. Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, pun tak sepopuler Kang Emil, Bu Risma apalagi Ahok.

Walau tanpa sorot media, Hasto Wardoyo, tlh meletakkan spirit kemandirian sebh bangsa. Ia mengajak warganya keluar dr kemiskinan, dgn kekuatan sendiri. Hasto memberi teladan dalam senyapnya publikasi. Ia memulai dgn gerakan “Bela & Beli Kulonprogo”.

Antara lain, dgn mengeluarkan kebijakan yg mewajibkan Pelajar & PNS di sana mengenakan seragam batik geblek renteng, batik khas Kulonprogo, pada hari tertentu. Ternyata, dgn jumlah 80.000 pelajar & 8.000 PNS, kebijakan ini mampu mendongkrak industri batik lokal.

Sentra kerajinan batik tumbuh pesat, dari cuma 2 menjadi 50-an. Seribuan perajin batik Kulonprogo yg biasanya bekerja di Yogyakarta, kini bisa bekerja di Kulonprogo.

Uang ratusan miliar rupiah dr usaha kecil ini berputar di Kulonprogo. Puryanto, seorg pengusaha batik di desa Ngentarejo, mengaku omzetnya meningkat. Bahkan pernah hingga mencapai 500 persen.

Hasto, yg menjabat Bupati sejak 2011, juga berusaha menjamin pendapatan petani lokal, dgn mewajibkan setiap PNS membeli beras produksi petani Kulonprogo, 10 kg/bln.

Bahkan beras raskin yg dikelola Bulog setempat, kini menggunakan beras produksi petani Kulonprogo.

Sang Bupati yg jg dokter spesialis kandungan ini jg membuat PDAM mengembangkan usaha, dgn memprodusi air kemasan merk AirKu (Air Kulonprogo).

Selain menyumbangkan PAD, keberadaan air kemasan ini membangkitkan kebanggan warga setempat dgn mengkonsumsi air produk sendiri.

AirKu kini menguasai seperempat ceruk pasar air kemasan di Kulonprogo. Anto, staf PDAM setempat, menuturkan, kini jumlah permintaan lebih besar dari produksi. Karena itu, volume produksi AirKu akan segera ditingkatkan.

Berbagai kebijakan lewat program Bela & Beli, ternyata mampu menurunkan angka kemisikinan di Kulonprogo, dari 22,54% pada 2013 menjadi 16,74 % pada 2014 (data Bappeda).

Oh ya, jika Anda ke Kulonprogo, Anda tak akan menemukan papan iklan rokok. Pemerintah Kulonprogo memang menolak sponsor dari perusahaan rokok. Kebijakan ini tentu mengurangi pendapatan daerah. Namun, memimpin daerah bukan cuma soal menggenjot pendapatan, tapi menempatkan posisi moral yang memihak rakyat.

Dalam hal ini, membela hak kesehatan rakyat. Bupati yg lulusan UGM ini jg memberlakukan Universal Coverage dlm pelayanan kesehatan, Pemkab Kulonprogo menanggung biaya kesehatan warganya Rp 5 juta/org.

Untuk mengimbangi program Universal Coverage, RSUD Wates Kulonprogo memberlakukan layanan tanpa kelas. Artinya, ketika kelas 3 penuh, pasien miskin bisa dirawat di kelas 2, kelas 1, bahkan VIP.

Sekali lagi, berbagai kebijakan populis ini dijalankan tanpa banyak sorot media.

(Sumber: http://harianpati.com/teladan-dalam-senyapbelajar-dari-kul…/)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s