​Tahukah KawaNina,

Dalam hidup kita akan selalu bertemu dengan yang namanya “kecewa”. Dan kekecewaan itu berbanding lurus dengan ekspektasi. Sedangkan ekspektasi merupakan cerminan dari positive thinking kita terhadap potensi orang lain, serta bagaimana orang tersebut mengenali potensinya dan mengelola dirinya sendiri.

Jika diibaratkan sebuah analisis, hipotesis tersebut di atas anggaplah memiliki deviasi 5%, diregresi, sehingga hasil yang didapatkan akan signifikan. (Huahahahaha.. jadi keinget masa kuliah, regresi, simpangan, delta deviasi, sampling, persamaan Lagrange, dst). Jabarkan itu semua, hitung, maka niscaya output-nya adalah (terlalu) banyak kekecewaan yang terpaparkan akan kita dapat dalam hidup.

Terlalu banyak orang yang “menolak” memaksimalkan potensi yang dimilikinya, dengan alasan—entahlah, malas mungkin? Akhirnya, akan jadi terlalu banyak orang yang positive thinking, tapi harus kandas, karena mindset-nya itu terjegal oleh—entahlah, kemalasan si “sample”, mungkin?

Buat saya, ada satu solusi, selain “menurunkan ekspektasi”. Apa solusinya? DIBAWA LUCU SAJA. Ya, dibawa lucu. Tertawa saja. Entah maksudnya tertawa itu untuk menertawakan apa. Mungkin menertawakan orang lain, atau malah menertawakan diri sendiri yang sudah ketinggian memasang keyakinan. Apapun itu, setidaknya hati tidak terbebani oleh kekecewaan.

Have a nice evening. 🙂

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

September 2016
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  


Recent posts

Quote of the week

Abu Hurairah narrated that the Messenger of Allah (saw) said:

“Lo! Indeed the world is cursed. What is in it is cursed, except for remembrance of Allah, what is conducive to that, the knowledgeable person and the learning person.”

— Jami` at-Tirmidhi 2322