God gave you brain, use it

​Dalam memotivasi orang lain, manusia memiliki cara berbeda-beda. Ada yang dengan cara lembut, ada yang dengan cara tegas, ada yang dengan cara positif optimis, ada juga yang dengan cara sarkastis. Setidaknya itu semua di atas masih lebih realistis daripada berucap lezat menjanjikan, tapi isinya kosong.

Saya punya beberapa sahabat yang sangat inspiratif, karena kehebatan mereka dalam berkomunikasi ketika bertemu suatu masalah. Saya sangat mengagumi orang-orang seperti itu, karena saya belum mampu sepiawai itu dalam mengelola emosi, apalagi untuk bisa mengonversikannya menjadi ucapan positif yang memotivasi. Saya masih belajar untuk sampai ke level itu. *semangattt* Sejauh ini saya masih bertahan dengan cara bicara yang diplomatis tegas. Maklum, itu bawaan sejak orok. 😄

Mungkin KawaNina yang “kebetulan” berkesempatan melihat sisi saya yang satu itu (jarang kelihatan sih), bakal terkaget-kaget. Gak menyangka bahwa saya yang biasanya cengengesan dan kerap bercanda ini ternyata bisa “kejam” juga saat berkata-kata. 😁 Kalau KawaNina tanya keluarga dan sobat lama saya, mereka pasti akan jawab, “Ya, nggak aneh. Memang begitu Nina orangnya.” Hehehe.. 

Yang jelas, insya Allah, moral compass saya ngga akan meleset. Saya bukan manusia sempurna, tapi saya selalu berusaha akurat, menyebut selatan sebagai selatan, utara adalah utara, barat ya barat dan timur sudah pasti timur, ngga akan meleset jadi barat daya atau tenggara. Di sisi lain, saya gak tahan melihat orang yang “cengeng” dengan keadaan. Apalagi sampai galau berkepanjangan gegara kecerdasan akal tertutupi oleh rasa ketidakberdayaan yang tak bertepi. (Halah, keren amat istilahnya). 

Anda tahu, kenapa saya paling jengkel dengan orang cengeng, apalagi sampai mengeluh karena merasa mentok? Soalnya, menurut saya, tindakan manusia yg merasa tak berdaya itu sama saja dengan menghina Sang Pencipta, yang telah menganugerahkan manusia dengan akal pikiran. Kalau boleh mengutip ucapan dr.House (karakter fiksi, dokter jenius yang sarkastis) saya mau ucapkan satu kalimat saja, “God gave you brain, use it!”

Mentok, galau, marah sama suatu keadaan? Berdialog lah dengan Allah. Mengadulah. Sholat. Sujud. Berdoa. Jangan lupa, Allah itu Maha Kaya. Satu-satunya entitas yang mampu memberi rezeki kepada manusia adalah Allah, bukan manusia. Jengkel karena dizalimi orang lain? Doakan mereka agar Allah memberi mereka kesempatan memperbaiki diri. Fokuslah dengan akhiratmu, dunia akan mengikuti. 

Okay, I need to stop there. Random-paralel banget ya cara saya mikir? Hehehe.. Pantesan aja banyak yg gak cocok dan gak tahan hidup sama saya. Hahaha.. Curcol deh gw. Udah ah. Pegel, nulis sambil menahan kepala yang penuh kalimat, ibarat pintu air yang level sungainya meninggi karena kebanjiran ide. Hehehe..

Have a pleasant evening.

Advertisements
Categories:

2 Comments

  1. Bener pisan mba nina…cengeng is something b….sh…ttt tp move on adl harga mati, bingung ya mba?? Sammaaaa dunk hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s