Mungkin kamu adalah lelaki paling kasar yang pernah aku kenal. Dan kamu tau itu. Suatu saat, kita sedang berbincang, kamu bertanya kepadaku, “Apa kamu masih ingin mencari lelaki lain kah?”

“Tidak,” jawabku singkat.

“Kenapa?”

“Aku sudah menemukanmu.”

“Tapi aku bukan siapa-siapa. Aku tidak kaya, tidak hebat, tidak bisa mesra seperti yang kamu inginkan.”

“Aku juga bukan siapa-siapa. Tidak kaya, tidak hebat, walau aku selalu mengguyurmu dengan kalimat cinta setiap hari. Dan kamu tidak suka itu. Tapi kamu tetap menyayangiku. Tidak pergi meninggalkanku. Kamu juga tidak mencari perempuan lain. Kenapa?” Aku balik bertanya.

“Entahlah,” jawabnya.

Aku tersenyum, karena tahu bahwa jawaban ketus itu hanya untuk menutupi rona merah di pipinya.

“Dan itu pula jawabanku.”

image

Advertisements