[Journalism] Fenomena “Pak Joko” di Kelurahan Kamal

“Petualangan” saya bersama Tim Perencanaan Partisipatif (TPP) Penanganan Kawasan Kumuh (PKK) di lokasi pilot Kelurahan Kamal, Jakarta Barat sungguh seru. Saya merekam banyak sekali cerita di balik kegiatan transek (observasi lapangan) dan sensus yang dilakukan TPP-PKK.

Transek Kamal-19apr-P1000478
Tim PP Penanganan Kawasan Kumuh lokasi pilot Kel. Kamal, Jakarta Barat

Di antaranya adalah cerita berikut ini. Selamat membaca. 🙂

Fenomena “Tanah Pak Joko” di Kelurahan Kamal

Ada cerita unik ketika Tim Perencanaan Partisipatif Penanganan Kawasan Kumuh (TPP-PKK) PNPM Mandiri Perkotaan melakukan observasi dan sensus di Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, mulai Kamis (17/4) hingga Minggu (19/4). Nyaris seluruh warga menyebut nama “Pak Joko” saat TPP menanyakan soal status tanah sekitar.

Memang sih, rerata tanah di Kelurahan Kamal adalah milik masing-masing warga. Sertifikatnya pun sudah SHM. Tapi jika ditanyakan, warga membeli dari siapa, hampir semuanya menjawab seragam, “Dari Pak Joko.” Apalagi warga RW04, khususnya di RT03. Sekira 30% tanah adalah milik penduduk lokal. Sedangkan 70%-nya konon, punya “Pak Joko”.

Wah. Siapa sih Pak “Joko of Kamal” ini?

Uniknya, justru sebagian besar warga RW 4 Kelurahan Kamal malah belum pernah bertemu langsung dengan “Pak Joko” ini. Mereka hanya paham bahwa tanah yang mereka beli, dahulunya adalah milik Pak Joko. Tak hanya saya dan TPP-PPK yang mendengar pernyataan “Tanah saya ini dibeli dari Pak Joko” atau “Yang itu tanah punya Pak Joko” dari warga sasaran sensus TPP-PKK. Konsultan pendamping Kelurahan Kamal juga mengaku belum pernah melihat sosok ataupun mengenal orang yang dipanggil dengan nama “Pak Joko” ini.

Namun demikian, sebagian warga mengatakan, pria yang bernama Joko ini adalah seorang pengusaha properti dan pergudangan. Masyarakat menyebutnya sebagai “juragan tanah”. Dan, dari kesan masyarakat, Pak Joko adalah orang yang sangat baik untuk ukuran seorang juragan tanah. Kebaikan Pak Joko, disebut warga, antara lain adalah mengizinkan warga menggunakan tanah kosong Pak Joko untuk menanam sejumlah pohon, misalnya. Pak Joko juga membela warga yang tanahnya nyaris dicaplok oleh oknum pengusaha serakah.

Transek Kamal-19apr-P1000439
Bu Hamdah dan Naomi (Sub TA Monev KMP wil.1)

Seperti yang dikatakan oleh Hamdah (54 tahun), seorang warga RT02/RW04. Ia mengaku menanam beberapa pohon di luar tanahnya. Dan Pak Joko tidak melarangnya. Pernah juga suatu saat ada pihak yang hendak mengklaim tanah milik Hamdah sebagai miliknya. Namun, Pak Joko membela Hamdah dengan membeberkan bukti-bukti batas tanah dan sertifikat. Sehingga, tanah milik Hamdah kembali aman tak terusik.

“Saya beli rumah dan tanah ini dari sepupu saya, delapan tahun lalu. Dan sepupu saya itu beli tanah dari Pak Joko. Sertifikatnya sih sudah balik nama, pakai nama saya. Makanya waktu ada yang mau klaim tanah saya, Pak Joko ngebelain saya,” ujar Hamdah.

Lalu, bagaimana dengan sosok Pak Joko sendiri? Apa Hamdah pernah bertemu dengannya? “Pernah. Waktu mengurus sertifikat. Orangnya sedang, ngga terlalu tinggi dan ngga pendek juga. Sudah agak tua, tapi ngga tua-tua banget. Orang pribumi kok,” tutur dia.

Hanya itu saja profil “Pak Joko of Kamal” yang saya dan TPP-PKK ketahui. Selebihnya, sosok Pak Joko bagaikan “Urban Legend”, juragan tanah yang baik dan ramah kepada masyarakat Kelurahan Kamal. [Redaksi]

Advertisements

2 Comments

  1. Mantap dan menarik kisah tentang siapa pak joko.. beliau adalah malaikat bagi kaum minoritas.. semoga masi ada dan akan kita temukan pak joko- pak joko lainnya di provisinsi lainnya…
    Bravo !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s