Kipas Angin Kue(tek)

borrowed from http://kompas.com
borrowed from http://kompas.com

Salah satu hal yang membuat saya betah di PNPM Perkotaan adalah personel satu kantor di sini pasti lucu, kocak. Seringkali saya mendapati diri tertawa terbahak usai mendengar candaan kawan satu tim. Pun topik pembicaraannya kerap tak terduga. 

Seperti pagi ini, Jakarta begitu panas, membuat saya lebih berpeluh daripada hari biasa. Tak lama setiba di kursi, saya mulai menyerap aroma tubuh saya. Takutnya mengganggu kawan lain. Sayapun mengeluarkan sebotol parfum dari dalam tas, dan membuka tutupnya. Sambil menyemprot parfum, saya berujar kepada kawan saya Arif M Saiful.

Saya: “Pak, maaf ya kalau bau citrus (maksudnya asem). Saya semprot dulu ya, ngga terganggu kan? Puanasss bener di luar, saya sampai berkeringat di kue—kuetek.”

Om iPul: “Biar ngga berkeringat harusnya pakai kipas angin tuh lho, Mbak. Ketiaknya diangin-angin..”

Saya: “Tadinya mau begitu, Pak. Tapi kan tadi saya naik bus. Takutnya pas saya pasang kipas angin di masing-masing ketiak, orang lain jadi terganggu gitu. Banyak efek anginnya.”

Om iPul: “Atau ngga, supaya ngga mengganggu orang, pakai exhaust fan satu di taruh di dada gitu, Mbak. Jadi biar anginnya joss keluar satu arah..” (sambil nyengir konsisten)

Saya: “Huahahhahaha…” (sudah ngga bisa lagi membalas candaannya, karena terlanjur membayangkan saya membawa exhaust fan di badan. Sak guede apa coba..) 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s