Feeling Gombalicious

gombalicious-kopideg2anGombalicious. Artinya ngga jauh beda sama flirting–ngerayu atau ngegombal. Ditambahin –licious biar berasa delicious (enak). Sebenarnya mendengar istilah ini sudah lumayan lama. Apalagi pas ngecek twitter, wah sudah ada yang menggunakan istilah gombalicious, walaupun tidak lagi aktif tuh akun twitter-nya @gombalicious (terakhir posting tahun 2012). Ada juga “kloningan” atau suksesornya @gombalicious_, tapi akun ini, walau masih aktif, lebih banyak nge-retweet daripada bikin tweet sendiri. 🙂 Ada lagi @thegombalicious, ini juga twit terakhirnya tahun 2012.

Anyways, tanpa bermaksud mendompleng, melainkan membangunkan kembali istilah “gombalicious“, akhir-akhir ini saya rutin memposting rayuan gombal dengan tag #gombalicious di wall facebook saya. Dan tanggapan dari kawan-kawan saya, baik kawan dunia maya maupun kawan kerja dunia nyata, cukup positif. Yah, lumayan buat hiburan.

Lalu saya memutuskan untuk mengompilasinya. Bahkan punya ide untuk membukukannya. Soal yang kedua ini, tunggu rezekinya aja kali, ya.. 😉 lari dari kenyataan

Sebagian dari gombalicious berikut ini adalah rayuan yang saya gencarkan kepada kekasih saya. Hehehe.. Maklum, kekasih saya berkarakter dingin. Makanya saya mengimbanginya dengan menjadi seseorang yang hangat untuk dia, supaya dia meleleh. Hahaha..

Mungkin secara sosial aneh ya: Kok perempuan yang merayu? Jawaban saya, simpel: Helloooo, hare geneeee masih gengsian dan masih pake pertimbangan gender terhadap orang yang kita cintai? Basi, ah.. 😀

Lagipula sepertinya saya sudah berada di usia yang tidak lagi menghitung-hitung gengsi, siapa harus mengatakan apa. Walaupun, mungkin, hukum fisika cinta” mengatakan kalau perempuan agresif itu salah; saya–sebagai salah satu filsuf cinta (hahay!!!) mengatakan kalau romantisme tidak sama dengan agresif. Secara definisi aja sudah beda jauh.

Romantisme adalah perasaan hangat yang wajib kita sharing dengan orang yang kita kasihi. Harapannya, pasangan merasakan bahwa kita menyayangi dia, sehingga dia tidak merasa kekurangan perhatian dari kita. Bukankah hakikatnya cinta adalah membahagiakan orang yang kita cintai? 🙂

Oke, cukuplah dengan prolog yang puanjaaang ini. Huehehe… Mari kita mulai dengan

“Kompilasi Gombalicious: Bagaimana mengenali ABG–Awas Bahaya Gombal”

1)

Yayang: “Dinda punya tempat berlibur favorit?”

Saya: “Ada, Kanda. Lengan dan dada bidang Kanda itulah tempat favorit saya.”

Lalu wajah dinginnya tersipu. Ketika senyum malu itu mekar, matanya mengerling mesra. Ah.. saya suka sekali.

2)

Yayang: Apa ngga cukup sekali aja saya bilang sayang? Yang penting kan sikap toh? Kenapa masih belum percaya juga kalau saya punya perasaan juga?

Saya: Bukannya ngga percaya sama Kanda. Sulit memang percayanya, karena Kanda terlalu indah untuk jadi kenyataan..

3)

Yayang: Dari kantor?

Saya: Iya, Kanda. Saya kan jarang banget ngelayap. Cuma taunya rumah-kantor-rumah.

Yayang: Tapi kamu ngelayap terus kok ke hatiku.

Saya: Oh, pantesan kaki saya kok sering pegal. Ternyata kaki batin saya jalan2 terus toh di hati Kanda..

4)

Yayang: Dinda, kalau nanti ada rezeki, kita beli rumah ya. Dinda maunya rumah di mana?

Saya: Di mana aja, Kanda. Selama ada Kanda di sana. Rumah sejatiku kan di hati Kanda..

5)

“Aku ingin menikahimu karena aku yakin, bidadari di sana hilang satu, makanya aku mau mengantar kamu ke sana.”

6)

“Aku rela kehilangan semua harta di dunia ini, yang penting aku tidak kehilangan kamu. Karena kamu adalah harta terindahku..”

Berikut ini adalah sumbangan dari kawan-kawan saya.. 🙂

Dari Pak Awie Sulaeman

Aku: Kanda, apa yang akan kau berikan untukku?
Yayang: Tidak ada, Dinda.
Aku: Kenapa tidak ada kanda?
Yayang: Karena semua milikku adalah milikmu.

Aku: Kanda, bagaimana kehidupanmu nanti?
Yayang: Tidak ada lagi Dinda.
Aku: Jadi aku bagaimana?
Yayang: kau dan anak kita akan mendapatkan kehidupanku, Din.

Aku: Kanda apakah kita akan berpisah?
Yayang: Benar, Dinda.
Aku: Kenapa Kanda?
Yayang: Karena maut akan memisahkan kita suatu saat nanti.

Aku: Kanda, siapa yang kita cari?
Yayang: Penghulu, Dinda.

Yayang: Dinda, bolehkah aku memohon sesuatu?
Aku: Apapun akan kuberikan Kanda.
Yayang: Bukan itu, Dinda.
Aku: Jadi apa, Kanda?
Yayang: Aku meminta Dinda menjadi pendamping hidupku.

Yayang: Dinda tahu tempat kesayangan Kanda?
Aku: Belum tahu, Kanda.
Yayang: Tidur dalam pangkuan Dinda.

Yayang: Dinda tahu apa yang Kanda suka?
Aku: Tidak tahu, Kanda.
Yayang : Denyut jantung Kanda yang berdebar-debar.
Aku: Lho kenapa begitu, Kanda?
Yayang: Karena hatiku terpesona memandang wajahmu.

Yayang: Dinda, di manakah tempat yang paling indah?
Aku: Di mana Kanda?
Yayang: Di dalam hati kamu.

Yayang: Dinda, tahukah dinda rezeki terbesar bagi Kanda?
Aku: Kanda dapat insentifkah dari kantor?
Yayang: Tidak, Dinda. Senyuman Dindalah rezeki bagi kanda.

Yayang: Dinda, tahukah Dinda mengapa Kanda berbahagia hari ini?
Aku: Pasti Kanda dapat pujian di kantor.
Yayang: Tidak, Dinda. Kanda bahagia karena Dinda menyambut Kanda dengan tulus hati.

Dari Sani Sasya Sandy

Aq ingin menikahimu bukan karena air matamu, tetapi karena senyuman manismu sayang

Lalu yang gambar-gambar di atas itu nemu dari google, dan dari wall kawan saya. But my personal favorite is below: efek gak ketemu Hahaaaaayyyy! If you’re also feeling gombalicious, please do comment below, I will add them here… 😉

Advertisements

4 thoughts on “Feeling Gombalicious

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s