*This article published at NUWSP website: https://nuwsp.web.id/artikel/7162 under the same title, on Tuesday, June 4, 2024
Indonesia sukses menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) The World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), pada 18-24 Mei 2024. Betapa tidak, event ini menyajikan 278 sesi diskusi dan 254 stan dalam fair and expo.
Tercatat sebanyak 64.000 orang dari 106 negara berpartisipasi dalam event, antara lain menteri, pejabat tinggi, pejabat organisasi internasional setingkat menteri, dan anggota parlemen berbagai negara. Hadir pula sejumlah kepala negara, yaitu Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Fiji Wiliame Maivalili Katonivere, Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, Perdana Menteri Maroko Aziz Akhannouch, Perdana Menteri Tajikistan Qohir Rasulzoda, serta mantan Presiden Hungaria Janos Ader sebagai utusan khusus. (Kemenparekraf, 2024)

Dalam pembukaan acara, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memaknai tema “Water for Shared Prosperity” (Air bagi Kemakmuran Bersama) yang diusung World Water Forum 2024 itu menjadi beberapa prinsip dasar. Yaitu, menghindari persaingan dan mendorong pemerataan; mengedepankan kerja sama inklusif termasuk penggunaan teknologi dan pembiayaan inovatif; serta menyokong perdamaian dan kemakmuran bersama. Menurut Presiden, ketiga hal ini hanya bisa terwujud dengan sebuah kata kunci, yaitu kolaborasi. (SDA KemenPUPR, 2024).
World Water Forum adalah forum internasional sektor air yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dunia. Event ini diadakan oleh World Water Council (WWC) atau Dewan Air Dunia. Dengan kata lain, World Water Forum menjadi pertemuan internasional terbesar yang membahas tentang isu-isu air secara global. Khususnya membahas sekaligus merumuskan kebijakan tata kelola air dan sanitasi dunia.
Pertama kali World Water Forum digelar pada 1997. Saat itu Kota Marrakesh, Maroko, terpilih menjadi tuan rumah (host country) untuk pertama kalinya. Berikutnya dilaksanakan di Den Haag, Belanda (2000), Jepang (2003), Meksiko (2006), Istanbul, Turki (2009), Marseille, Prancis (2012), Korea Selatan (2015), Brazil (2018), Senegal (2022), dan terakhir, Bali, Indonesia (2024). Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang dipercaya menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10. (Kemenparekraf, 2024)

Event ini bukan sekadar konferensi tingkat tinggi: melainkan juga mencakup fase persiapan selama tiga tahun (fase persiapan), gelaran acara selama satu minggu (fase acara), dan presentasi hasil (fase sintesis) dengan dukungan berkelanjutan untuk aksi kolektif. KTT World Water Forum biasanya dihadiri oleh para kepala negara, pimpinan organisasi internasional, pejabat tinggi pemerintah, pakar/ahli, cendekiawan, wirausahawan, dan ekonom dari seluruh dunia akan berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik mengenai berbagai hal dan topik yang berhubungan dengan air. (World Water Forum, 2024).
Hasil KTT World Water Forum ke-10: Deklarasi Menteri Masukkan Compendium Hasil dan Tindakan Konkret

KTT World Water Forum ke-10 di Bali menghasilkan kesepakatan bersejarah dan dinilai sebagai kemenangan diplomasi (diplomatic victory) karena memberikan hasil konkret dan arah jelas di tengah tantangan global. Pertama kalinya dalam sejarah World Water Forum, Deklarasi Menteri memasukkan Compendium of Concrete Deliverables and Actions, atau Ringkasan Hasil-Hasil dan Tindakan, yang mencakup 113 proyek air dan sanitasi senilai USD9,4 miliar dengan 33 negara dan 53 organisasi internasional sebagai pendukung, donor, serta penerima manfaat air dan sanitasi. (Metrotvnews, 2024)
Terdapat 16 poin kesepakatan dalam Deklarasi Menteri (Ministerial Declaration). Namun, tiga poin yang dinilai paling penting adalah sebagai berikut:
- Pembentukan Center of Excellence on water and climate, atau Pusat Keunggulan ketahanan air dan iklim bidang air, di kawasan Asia-Pasifik
- Usulan “Hari Danau Sedunia” atau World Lake Day, untuk menyoroti peran danau alami dan buatan sebagai sumber daya air yang signifikan dan berkontribusi terhadap ketersediaan dan aksesibilitas air.
- Mengangkat dan mendorong isu pengelolaan sumber daya air secara terpadu pada negara kepulauan dan pulau-pulau kecil. (CNN Indonesia, 2024; World Water Forum, 2024)
KTT World Water Forum ke-10 ditutup oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada Jumat, 24 Mei 2024. Menurut Menteri PUPR, terkait 113 proyek yang tercantum dalam Compendium of Concrete Deliverables, untuk Indonesia antara lain terdapat proyek percepatan penyediaan air minum bagi 3 juta rumah tangga dan proyek pengelolaan air limbah domestik bagi 300.000 rumah tangga. (PUPR, 2024).
Referensi:
- SDA Kementerian PUPR (2024): Presiden Jokowi Resmi Buka World Water Forum ke-10, Banggakan Sistem Irigasi Subak sebagai Kearifan Lokal Indonesia, diperoleh melalui situs internet: https://sda.pu.go.id/berita/view/presiden_jokowi_resmi_buka_world_water_forum_ke-10_banggakan_sistem_irigasi_subak_sebagai_kearifan_lokal_indonesia_
- Kemenparekraf (2024): Persiapan World Water Forum 2024, Mengapa Penting bagi Pariwisata Indonesia?, diperoleh melalui situs internet: https://kemenparekraf.go.id/ragam-pariwisata/persiapan-world-water-forum-2024-mengapa-penting-bagi-pariwisata-indonesia
- World Water Forum: Overview, diperoleh melalui situs internet: https://worldwaterforum.org/overview
- Bisnis.com (2024): Ministerial Meeting World Water Forum Hasilkan 3 Kesepakatan, Ini Perinciannya, diperoleh melalui situs internet: https://ekonomi.bisnis.com/read/20240521/45/1767302/ministerial-meeting-world-water-forum-hasilkan-3-kesepakatan-ini-perinciannya
- Kemenparekraf (2024): Siaran Pers World Water Forum 2024: World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup, Indonesia Mendapat Apresiasi, diperoleh melalui situs internet: https://kemenparekraf.go.id/berita/siaran-pers-world-water-forum-2024-world-water-forum-ke-10-resmi-ditutup-indonesia-mendapat-apresiasi
- MetroTVnews (2024): World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup, Indonesia Mendapat Apresiasi, diperoleh melalui situs internet: https://www.metrotvnews.com/read/N9nCnYnn-world-water-forum-ke-10-resmi-ditutup-indonesia-mendapat-apresiasi
- CNN Indonesia, 2024: Apa Hasil dari World Water Forum ke-10?, diperoleh melalui situs internet: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20240526053304-199-1101990/apa-hasil-dari-world-water-forum-ke-10
- PUPR (2024): Penutupan 10th World Water Forum, Indonesia Luncurkan Bali Youth Water Prize, diperoleh melalui situs internet: https://sahabat.pu.go.id/eppid/Page/kilas_berita/4366/RILIS_PUPR
Kredit Foto:
- SDA Kementerian PUPR: Presiden Jokowi Resmi Buka World Water Forum ke-10, Banggakan Sistem Irigasi Subak sebagai Kearifan Lokal Indonesia (2024), diperoleh melalui situs internet: https://sda.pu.go.id/berita/view/presiden_jokowi_resmi_buka_world_water_forum_ke-10_banggakan_sistem_irigasi_subak_sebagai_kearifan_lokal_indonesia_
- World Water Forum (2024), diperoleh melalui situs internet: https://worldwaterforum.org/overview
- Kemenparekraf (2024): Siaran Pers World Water Forum 2024: World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup, Indonesia Mendapat Apresiasi, diperoleh melalui situs internet: https://kemenparekraf.go.id/berita/siaran-pers-world-water-forum-2024-world-water-forum-ke-10-resmi-ditutup-indonesia-mendapat-apresiasi
Ditulis Oleh:
Nina Firstavina, S.E.



Leave a comment