Video call pagi tadi sama mertua, beliau kembali nanya, “Kenapa Nina ngga menikah?”

Saya bingung njawabnya. πŸ˜… Kalau pun saya jawab, besok pasti beliau akan bertanya lagi hal yang sama.. 😁

Anyway, hari ini ekspresi wajah beliau lebih serius, bahkan terlihat sedih. Lalu beliau bilang, “Nin, mamah berpesan nih ya, kita sebagai perempuan harus menikah, harus ada pendampingnya. Ngga baik sendirian kelamaan. Coba kamu sholat tahajjud dan istikharah, minta sama Allah: Tolong pertemukan saya dengan jodoh yang sholeh, ya Allah..”

😭😭

Pengen sih saya jawab: Kan nunggu timing Allah aja, Mah. Yang deketin sih banyak, tapi karena kondisi dan situasi saat ini kan bergerak juga jadi lebih sulit ya.. πŸ˜… Tapi sudahlah. Saya memilih untuk diam dan menunggu sampai mama selesai memberi nasihat.

Alhamdulillah, saya sungguh-sungguh bersyukur, karena masih punya satu ibu yang menasihati dan mendoakan saya, meski beliau adalah ibunya mantan suami saya πŸ€— tetap ibu saya kok rasanya. Hehe.. Maklum, ibu saya sudah pulang duluan 5 Agustus 2014 lalu. Lusa jadi peringatan wafat beliau ke-7 tahun.

Soal jodoh, saya juga sudah meminta doa dan restu dari papa saya pada 2019 silam. Bahkan sampai beliau menaruh tangannya di kepala saya dan mencium dahi saya, sebagai tanda meridhoi saya untuk kelak bersuami lagi. Hanya saja, Allah sepertinya punya rencana berbeda.

Saya pernah membaca kalimat di medsos Islami yang menulis: If Allah makes you wait, then prepare yourself to get more than you expected.

Jika Allah membuatmu menunggu maka bersiaplah untuk menerima lebih daripada yang pernah kamu bayangkan.

Saya hanya bisa menyahut dalam hati: Aamiin.. 😊❀️

Selamat beristirahat, Keluarga dan KawaNina. Stay safe, stay healthy. I love you all. πŸ€—πŸ’•