[Opini] pilihlah kalimat dengan bijak

Di momen sensitif ini, pilihlah kalimat yang bijak.

Kecewa, mungkin tak terhindarkan. Marah, mungkin jadi hal yang bisa “dibenarkan”. Namun kalimat adalah sesuatu yang lebih tajam menusuk daripada pedang. Jika pedang melukai fisik, maka kalimat akan melukai batin.

Saya teringat sahabat saya dari tanah Celebes mengatakan,

“Mengucapkan kalimat yang menyakitkan itu ibarat menghunjam paku ke dalam balok kayu. Semakin banyak mengatakan hal perih, semakin banyak paku yang tertancap. Bisa saja kita berucap maaf–mencabut paku dari balok kayu. Tapi lubang yang sudah tercipta akan selalu menjadi lubang. Kondisi kayu tak akan sama lagi seperti semula. Semakin banyak lubang yang dibuat, semakin rapuh pula balok kayu itu..”

(Catatan, buat yang masih belum paham: paku diibaratkan sebagai kalimat dan balok kayu adalah kepercayaan).

10996068_10202681596400047_6036462334587845755_nTeman-teman mungkin tidak tahu betapa atasan kita sebenarnya adalah manusia-manusia yang memiliki rasa tanggung jawab tinggi. Jika teman-teman tak bisa tidur karena gelisah akibat lapar dan mengkhawatirkan 2-3 anak istri masing-masing, mereka (para petinggi kita) tak bisa tidur tenang karena SADAR ada ratusan, bahkan ribuan, teman-teman yang gelisah dan menghujat mereka.

Saya saksikan sendiri betapa teman-teman di pusat ini makin bertambah kantung matanya dan semakin tinggi suaranya saat berbicara. Padahal mereka bukanlah penyebab semua kegelisahan ini, tapi mereka merasa ikut bertanggung jawab.

Di sisi lain, kenapa kita-kita yang di bawah ini hanya bisa menghujat? Tidak bisakah kita mengonversi hujatan itu menjadi doa yang positif? Kalau marah bisa membuat kita kaya, ya marahlah sesering mungkin. Tapi kan hidup tidak berjalan seperti itu. Malahan yang membuat kita “kaya” adalah sikap positif.

Yuk, jernihkan pikiran dan cari solusi mengatasi ini. Karena, sungguh, kali ini perjuangan kita ibarat baut-baut melawan pesawat terbang (baca: negara). Tak ada yang bisa memerintah pesawat untuk terbang lebih cepat selain pilotnya. Yang bisa dilakukan baut adalah bertahan, atau mencelat. Semoga kita semua diberi kebijakan dan kekuatan kesabaran untuk menjadi baut yang bertahan.

Selamat beristirahat, teman-teman seperjuangan. Ya. Istirahatlah. Hilangkan amarah dengan bersujud dan bersimpuh. Mengadulah kepada Allah yang memberimu rezeki. Mintalah kesabaran sedikit lagi. Toh jikapun memang para pilotnya yang zalim terhadap baut-baut pesawat, Allah sendirilah yang kelak akan menegur mereka. Berdoalah agar pesawat tidak jatuh..

Advertisements
Categories: Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s