[Wisdom] kepada anak-anakku

Anak-anak lanangku, Rangga Aviananda​ dan Farrell Ivannov Wijaya​, semoga kelak kalian bisa menjadi seorang hafidz Quran, lalu meminang perempuanmu dengan itu. Maka carilah perempuan yang sholehah untuk kelak kamu jadikan istri. Jangan perempuan dugem, kecuali dia bertobat nasuha. Karena, seperti sabda Rasulullah, SAW, “Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholehah.” Dan, “Sebaik-baiknya perempuan adalah jika engkau memandangnya, ia menyenangkanmu, jika disuruh ia menaatimu dan jika engkau bepergian, ia menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ”

Dan, sebaik-baiknya perempuan adalah akhlak dan hijabnya. Bangunlah rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Tapi, tunggu 10-20 tahun lagi ya.. Kalian gawe dulu yang benerrrrr. Cari harta halal secukupnya dan syukuri hidupmu agar Allah memberi berkah. Yang penting, omat, inget, jangan sampai kamu berani-berani membawa susah anak-istrimu. Mamam tidak membesarkanmu untuk menjadi laki-laki cengeng. Oke?

wpid-20150221_130331.jpg
My children, me and their Opa (grand dad)

Buat anak gadisku Renidia Audinia Siva​, bergaullah yang benar. Bawa dirimu sebaik-baiknya, jaga dirimu dan selalu mintalah perlindungan Allah, karena hanya Allah sebaik-baiknya penolong dan pemberi pertolongan.

Mamam mungkin tidak mampu 24/7 mengawasimu, tapi Allah adalah mata dan telinga yang jauh lebih baik daripada mata dan telinga Mamam. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu sembunyikan maka cerdas dan jujurlah jadi perempuan. Itu adalah modal utama. Termasuk cerdas memilih laki-laki sebagai imammu. Semua kegagalanku adalah pelajaran terbaik bagimu untuk tidak mengikutinya. Kamu adalah kamu. Manusia utuh dengan kepribadian yang kamu bangun sendiri. Jangan menjadi bayang-bayangku, karena sebaik-baiknya bayangan, letaknya hanyalah di kaki.

Sebagai perempuan, didik dirimu untuk selalu mampu memaafkan. Miliki hati yang luas, seperti nenekmu, ibuku. Miliki akhlak mulia, akal yang panjang, banyak kreativitas dan kecerdikan. Lembutlah bertutur kata, tapi tegas dan disiplinlah. Karena sebagai ibu kelak, di tanganmulah pendidikan pertama yang akan diterima anak-anakmu.

Anak-anakku, seperti yang dikatakan almarhumah nenek kalian–ibuku, mamam tidak akan hidup selamanya. Namun, didikan kami bisa hidup selamanya, dan keputusan itu berada di tangan kalian, tergantung iktikad dan niat teguhmu. Tumbuh, berkembang dan berjalanlah di dunia sambil berdzikir. Tundukkan hati ketika mulutmu menyebut nama Allah. Pegang teguh sunnah Rasulmu. Dan jangan pernah sedikitpun kalian berpikir untuk menyekutukan-Nya.

Catat ucapan mamam dan hiduplah dengan membawa Allah di pikiran dan hati kalian.

Advertisements
Categories: Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s