[Puisi] selamat tinggal separuh jiwa

(source: google)
(source: google)

Kalau saja aku mampu memutar ulang waktu,
Tak akan aku membiarkan diri jatuh bersimpuh di kakimu,
Tak akan aku membiarkan hatiku mengakar di hatimu..

Kini, laksana ruh yang bersenyawa dengan raga,
Aku harus memilih di antara dua:
Membiarkan hati ini mati perlahan,
Atau mencabutnya paksa tanpa belas kasihan..

Kepadamu, aku pernah berjanji–
Tena tappuna pangngaingku ri katte..
Percayalah itu akan kulakukan dalam sendiriku,
Karena Dirimu bukan dan takkan pernah menjadi milikku.
Selamat tinggal, separuh jiwaku..
Semoga dalam bimbangmu,
Dirimu menemukan kebahagiaan
Tanpa hadirku lagi di hadapan..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s