My best friend Nino sent me this poem. It’s so sweet that I need to share it to the world. But it’s in bahasa Indonesia, sorry. 😀

He sent it spontaneously. He tried to console me, I think. Because my sadness of my mother’s passing also saddened him. Thank you, Nin. You’re a very thoughtful friend with such a lovely soul. *hugs*

image

Terlindungi do’a pada Ilahi,
Berselimut awan lembut,
Terhiasi indahnya mimpi,
Mimpikan bulan,
Kau menari riang,
Nikmati cahaya genit berjuta bintang,
Terbanglah,
Tangkap ekor nakal yang terus berlari,
Ajak turut serta ia menari,
Goda si merah yang pemarah,
Lihatlah, ia merona merah,
Tenteramkan si biru yang sendu,
dengan hangatnya hatimu,
Hingga si cantik di timur ingin kau mengajarinya,
Tentang keindahan jiwa,
Bermainlah bersama mereka, nina,
Bermainlah,
Bersama si besar yang bijaksana,
Di luasnya hamparan semesta,
Hingga fajar menghampiri,
Muncul sang mentari,
Hilang lelah berganti,
Semangat hati menyambut pagi…

Advertisements