[Transkrip] Talk to Al Jazeera: Prabowo – Id

Salah satu stasiun pemberitaan terbesar di dunia Al Jazeera, mewawancarai Capres Indonesia No.1 Prabowo Subianto, pada 23 September 2013 silam. Videonya sudah beredar di youtube, tapi kurang diekspose oleh media lokal Indonesia sendiri. Berdasar pengamatan, hanya dua media nasional yang mengekspos wawancara tersebut. Itupun hanya mengambil lead soal black list Amerika dan soal Prabowo menyamakan dirinya dengan Nelson Mandela. (Baca: Liputan6.comWawancara Al Jazeera, Prabowo: Mandela Juga Masuk Daftar Hitam AS – and Tempo.co: Prabowo Samakan Dirinya dengan Mandela) Padahal itu hanya kuot pendek dan bukan substansi dari isi wawancara.

Sekadar info, Al Jazeera adalah televisi pemberitaan level dunia, yang berbasis di Qatar.

Berikut adalah terjemahan saya terkait wawancara tersebut. Saya mengambil sumber videonya dari youtube, tepatnya akun gerindra. Sebenarnya sudah ada subtitle berbahasa Indonesia di video tersebut, tapi agak kurang akurat. Di sini saya hanya menyempurnakan, tanpa menambahi substansi.

Oh ya, sebagai catatan, saya bukan juru kampanye Capres No.1. Bukan pula anggota tim pemenangan. Saya hanya seorang editor, mantan wartawan koran desk Hukrim dan Politik, yang simpati terhadap perjuangan Prabowo Subianto selama 15 tahun terakhir di Indonesia. Saya menerjemahkan ini tidak dibayar dan tidak meminta bayaran. Saya hanya ingin masyarakat Indonesia paham lebih dalam lagi soal kepribadian dan integritas seorang Prabowo Subianto. 🙂

Semangat!


Anchorwoman: Veronica Pedrosa

Negara dengan populasi terbanyak ke-4 di dunia, 250 juta orang di Indonesia, akan segera memilih pemimpin baru. Prabowo Subianto adalah orang yang sudah berubah, dimotivasi ambisi untuk memimpin Indonesia sebagai pemimpin negara. Ia dulunya dikenal sebagai kepala pasukan elit Indonesia, yang terkenal gahar, bernama KOPASSUS, kini Prabowo telah meninggalkan hari-hari militernya itu di belakang.

Ini semua adalah memento dari masa lalu saya. Nostalgia, untuk melihat diri saya waktu muda.

Prabowo on "Talk to Al Jazeera"
Prabowo on “Talk to Al Jazeera”

Untuk ketiga kalinya, ia akan berjuang menjadi presiden pada periode 2014. Dalam survei yang sudah dilakukan, ia dipercaya bisa menjadi presiden bagi Negara dengan penduduk Islam terbanyak, bila pemilu diadakan sekarang.

Tetapi meski latar belakang militernya baik, masa lalu yang kontroversial bisa menjadi tantangan terbesarnya. Amerika melarangnya masuk ke wilayah mereka akibat tuduhan Prabowo telah menculik aktivis, menyiksa dan membunuh sejumlah pejuang kemerdekaan di Timor-Timur. Dalam jatuh-bangunnya politik Indonesia, Prabowo ternyata memiliki musuh-musuh yang punya kuasa.

Hari ini, ia berdiskusi dengan Al Jazeera, di rumahnya yang berada di perbukitan, dua jam mengemudi dari ibukota Jakarta. (Inilah) orang yang mungkin menjadi presiden selanjutnya bagi Indonesia.

Terima kasih banyak telah bersedia diwawancara Al Jazeera. Jenderal Prabowo Subianto, Anda telah berpengelaman dan hidup di masa-masa paling sulit yang Indonesia pernah alami, dalam sekira 15 tahun terakhir. Bila Anda melihat ke belakang, apa yang sudah berubah di (Indonesia) sini?

Ada kesadaraan baru tentang proses politik yang bersih. Namun, kami masih jauh dari apa yang seharusnya kami capai. Masih banyak pembajakan demokrasi, yang melemahkan negara kami. Itu yang saya lihat.

Orang di luar Indonesia percaya bahwa Indonesia mempunyai rekam jejak yang baik di beberapa tahun terakhir. Tentu saja mereka tidak mengalaminya sendiri di negara ini. Namun, yang mereka lihat adalah Indonesia ternyata menonjol di tingkat dunia. Berpartisipasi dalam G-20,sebagai contoh. Bisakah Anda jelaskan apa yang dimaksud dengan pembajakan demokrasi?

Anda tahu bahwa demokrasi bukan hanya tentang Pemilu. Demokrasi adalah kultur politik, kejujuran, transparan. Anda tahu, dalam banyak Pemilu kami, terdapat daftar pemilih yang dipenuhi oleh “ghost voters“. Pada dasarnya itu adalah kecurangan. Daftar pemilih fiktif. Bagaimana kami bisa berdemokrasi dengan adanya “ghost voters” ini? Dan, jumlahnya luar biasa (tinggi). Bahkan, sekarang kita menuntut investigasi dan pemberesan daftar pemilih. Karena bagaimana bisa kita menjalankan pemilu dengan daftar pemilih yang tidak dapat dipertanggungjawabkan?

Nama-nama orang yang sudah lama meninggal (ternyata) masih ada di daftar. Anak berumur lima tahun, ada di daftar. Ada pula nama-nama yang sama muncul 30 kali, dengan alamat yang berbeda-beda. Jadi kecurangan seperti ini sangat membahayakan. Dan, juga pembelian suara, sogokan kepada petugas pemilu, semua sering ditemukan. Itu yang saya maksud dengan pembajakan demokrasi.

Di luar itu tampak baik, tetapi secara substansi (di dalamnya) banyak yang harus dibereskan.Dan masalahnya adalah jika rakyat kita kehilangan kepercayaan kepada institusi dan pemerintah, saya khawatir, saya pikir akan terjadi sesuatu yang buruk dan menghancurkan kehidupan politik di negara ini.

Karena sejarah mengajarkan kami, bahwa jika rakyat kehilangan kepercayaan kepada institusi pemerintah, mereka juga akan kehilangan kepercayaan kepada hakimnya, kepada pemimpinnya. Mereka akan berpikir, ah semua dikendalikan oleh kekuatan yang sama. Mereka akan selalu menipu kita. Semua yang kita lihat adalah palsu. Hilangnya kepercayaan, dalam sejarah kami, berarti dimulainya kehancuran, dan munculnya kegagalan negara (failed state).

Anda tahu bahwa Indonesia adalah negara yang besar, saya baru membaca dalam beberapa artikel bahwa ada lebih banyak umat Muslim di Indonesia daripada di Mesir, Siria, dan Lebanon digabungkan.

Saya pikir kami adalah negara dengan jumlah Muslim terbanyak di dunia.

Mengetahui itu, pemimpin seperti apa yang dibutuhkan? Setelah kita melihat apa yang terjadi di seluruh dunia, sepertinya ada perubahan atmosfer. Rakyat ingin sesuatu yang transparan.

Betul.

Mereka tidak ingin pemimpin yang kuat, yang anda percayai bahwa itu dibutuhkan.

Saya pikir semua pemimpin harus kuat. Bagaimana bisa anda menjadi pemimpin jika Anda tidak kuat? Anda harus mempunyai karakter yang kuat, integritas yang kuat, kepercayaan yang kuat kepada akal budi Anda, kepada kejujuran. Bagaimana bisa ada pemimpin yang lemah di dunia? Margaret Thatcher dinilai sebagai “Iron Lady” (wanita yang tegas). Jadi saya pikir, klaim bahwa pemimpin tidak boleh kuat itu tidak relevan.

Apa yang saya pikir adalah sekarang, saya pernah bertemu dengan pemimpin politik Indonesia yang bijaksana dan jujur, sekarang sudah pensiun, dan gubernur yang sangat sukses di salah satu provinsi. Dia berkata, “Prabowo, inti dari kepemimpinan itu sangat simpel.” Ada dua hal, kata dia. Dua hal: cintai rakyat Anda, dan gunakan akal sehat. Jadi, (kalimat) itu menjadi semacam pedoman bagi saya. Pertama, kita harus terdorong oleh kecintaan kita kepada rakyat. Kita harus mau melayani mereka dengan benar. Kita harus mau jujur kepada mereka, dan kita harus menggunakan akal baik kita. Untuk kebaikan semuanya. Untuk keuntungan banyak pihak.

Saya pikir ini sangat penting. Jadi pemimpin yang cocok untuk semua rakyat, saya pikir, khususnya rakyat Indonesia, mereka ingin adalah pemimpin yang jujur. Pemimpin bersih. Saya pikir itu yang mereka inginkan. Itu yang sangat mereka dambakan. Secara tradisional mereka juga mendambakan hal tersebut, dan sudah terbukti dalam sejarah, adanya mitos Indonesia. Legendanya. Selalu menyebut soal pemimpin yang adil. Dalam bahasa Indonesia, kami menyebutnya “Ratu Adil”.

“Ratu”, maksudnya adalah pangeran, atau putri, atau ratu, atau raja. “Adil” adalah adil. Jadi bisa diterjemahkan sebagai pemimpin yang adil. Rakyat kami menginginkan seorang pemimpin yang adil.

Anda kini, tampaknya, telah menjelma sebagai politisi yang berorientasi kerakyatan (populist politician). Jika pemilu dilaksanakan sekarang, ada banyak polling yang mengatakan bahwa Anda akan menang telak. Tetapi ada pula catatan sejarah ketika Anda adalah prajurit, di dunia militer, mengabdikan diri di tingkatan tertinggi. Dan saat itu adalah masa yang kontroversial.

Anda berbicara tentang kejujuran dan kebersihan. Namun, ada tuduhan, yang menyudutkan Anda, contohnya saat Anda menjadi pimpinan komando, tentang kekerasan yang muncul di Timor Timur, yaitu saat Anda memimpin KOPASSUS. Bisakah anda jelaskan itu, untuk mendukung konsep Anda tentang pemimpin yang bersih dan jujur?

Ya, jika Anda melayani (negara) sebagai prajurit dengan pangkat tinggi, Anda akan selalu menjadi perhatian utama terhadap gugatan, tuduhan, pembunuhan karakter, itu adalah risiko profesi Anda. Saya pikir, banyak jenderal-jenderal top di dunia yang pernah dituduh macam-macam. Itu adalah risiko yang kita tanggung. Itulah alasan negara memberi pangkat yang tinggi, di mana kadang Anda harus menghadapi tantangan yang sangat berat, tuduhan yang sangat keras. Saya kira, itu memang bagian dari profesi.

Dan jika Anda menonjol dan menduduki jabatan tinggi, dalam bidang apapun, itulah tanggung jawab yang harus dipikul. Namun hampir semua tuduhan yang dilayangkan ini bertujuan membunuh karakter. (Dalam kasus saya) tuduhan tersebut dirancang untuk menghancurkan integritas saya. Dan Anda tahu, ini adalah Pemilu ke-3 bagi saya; sudah 15 tahun saya bertarung di dunia politik ini. Jadi setiap kali dukungan kepada saya bertambah, tuduhan-tuduhan tadi akan kembali datang. Namun, rakyat Indonesia tidak sebodoh itu. Itulah kenapa sekarang saya mendapat dukungan yang kuat.

Jadi apakah Anda menolak tuduhan tersebut?

Tentu saja, saya sudah menolak itu berkali-kali. Pernah tercatat pula, saya dituduh merencanakan kudeta.

Ini terjadi pada masa..

’98

Ya, (pada) masa pemerintahan Soeharto.

Ya, saya dituduh merencanakan kudeta, tapi apa pernah saya melakukan kudeta? Jadi, sejarah adalah saksi mata saya. Saya pikir rekam jejak saya sudah berbicara sendiri. Saya pikir, orang Indonesia menyadari bahwa saya sudah membuktikan kesetiaan saya kepada konstitusi Indonesia. Bahwa saya tidak melakukan kudeta.

Rekam jejak Anda tersebut, juga menyebabkan Anda masuk daftar hitam Amerika. Bukankah demikian?

Yah, Nelson Mandela juga pernah masuk daftar hitam Amerika. Bukankah permasalahan kami sama?

Tetapi kan Anda bukan Nelson Mandela.

Memang bukan, tapi dia (Nelson Mandela) kan pernah di-black list oleh Amerika. Banyak, banyak, orang yang di-black list, itu adalah bagian dari upaya penghentian laju pergerakan. Saya pikir banyak warga Amerika menyadari bahwa saya tidak bertanggung jawab terhadap semua hal yang dituduhkan kepada saya.

Salah satu alasan Indonesia menjadi pemimpin global adalah karena kesuksesan ekonomi. Namun tampaknya Anda sendiri khawatir dengan keadaan ekonomi di Indonesia. Program seperti apa yang akan Anda gunakan? Apakah Anda akan mendefinisikan diri sebagai ekonom konservatif?

Tidak. Berpulang kepada situasi ekonomi sekarang memang mengkhawatirkan. Ini yang sudah saya coba ingatkan selama bertahun-tahun, bahwa figur publik sekarang seakan menjadi “hiasan kue” (icing). Terlihat bagus dari luar saja. Sekitar 50 persen populasi Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Sekarang, untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, kami mengalami defisit perdagangan. Kami mengimpor lebih banyak daripada ekspornya.

Bisakah Anda bayangkan, kalangan pertanian mengimpor makanan? Tigaperempat wilayah Indonesia adalah lautan, tapi kami mengimpor ikan. Lalu kami mengimpor garam. Bisakah Anda membayangkan itu? Bagaimana bisa kami dikatakan kuat dalam perekonomian jika masih harus mengimpor ikan dan garam?

Kembali kepada situasi politik, presiden sekarang adalah purnawirawan (militer). Anda sendiri adalah purnawirawan. Menurut Anda, apa yang seharusnya menjadi peran militer dalam proses demokrasi?

Saya pikir, sudah bisa diterima dan terbukti di Indonesia bahwa militer sudah memisahkan diri dari politik. Saya pikir, Indonesia adalah contoh langka kasus di mana kalangan militer secara sukarela memisahkan (diri dari politik). Saya adalah salah satu jenderal pertama di Indonesia yang mendukung supremasi sipil. Jadi saya mempertahankan konstitusi.

Mengapa?

Ya, karena saya pikir, seorang pemimpin (yang mempunyai kekuatan) harus dipilih oleh rakyatnya. Dan militer, tentunya, adalah pelayan bangsa, pelayan rakyat, yang tidak dipilih rakyat. Jadi memang seharusnya militer tidak memiliki fungsi politik.

Meski demikian, sejarah Indonesia menunjukkan, dalam kasus-kasus di mana institusi rakyat tak berfungsi atau telah gagal, kadang militer terpaksa masuk ke pemerintahan sipil. Untuk mengambil alih pemerintahan sipil. Dilakukan karena paksaan keadaan.

Namun, saya pikir kami telah berkembang menjadi bangsa yang dewasa, dan saya pikir ini harus berlanjut, tidak boleh digelincirkan, tidak boleh dibajak oleh kepentingan pribadi yang buruk. Dan inilah bahayanya sekarang. Di Indonesia, kami sedang menghadapi periode yang sensitif dalam sejarah kami. Dalam artian, seperti yang saya katakan tadi, demokrasi di Indonesia bisa gagal gegara kelemahan sistem dan penegakan hukum, banyaknya kecurangan (dalam pemerintahan). Ini benar-benar masa yang sensitif.

Jadi ini adalah tentang bagaimana elit Indonesia bisa bijak, atau maukah elit Indonesia melanjutkan kegiatan seperti biasa, melanjutkan jalannya keadaan di mana semuanya bisa dibeli dengan uang.

Sepertinya mereka tidak akan senang dengan ucapan Anda ini, sebagai calon presiden. 

Inilah yang dirasakan oleh masyarakat. Masyarakat sudah muak, tahukah? Anda pernah dengar, jika Anda tak punya uang maka Anda tidak akan mendapatkan keadilan di Indonesia. Itu adalah situasinya. Jadi saya pikir, inilah bahayanya jika demokrasi disalahgunakan.

Jika boleh, Anda bicara soal keadilan sebagai bagian penting dari demokrasi, ada banyak korban keotoriteran rezim lama, di bawah Soeharto, ketika Anda menjadi jenderal papan atas tentunya, memimpin pasukan khusus militer. Bagaimana keadilan untuk mereka?

Ya. Keadilan untuk semuanya. Korban hilang, apakah pertanyaan tadi soal saya bertanggung jawab terhadap hal tersebut?

Anda telah menolaknya tadi, tentunya, tapi secara prinsip apakah mereka seharusnya sudah mendapatkan semacam proses terkait kebenaran, perdamaian mungkin, atau semacam proses peradilan?

Ya, tentu saja.

Apakah Anda, Prabowo Subianto sebagai Presiden, akan memproses para korban HAM saat itu?

Ya, saya pikir, Anda harus berlaku secara proporsional. Anda harus bersikap adil. Dan kami menghormati HAM di mana-mana. Itulah alasan kami mendapatkan dukungan kuat dari rakyat.

Di dalam militer, Anda juga mungkin mempunyai musuh dan menghadapi lawan, saya berbicara tentang para elit yang mungkin tidak akan menyukai perubahan yang Anda bawa dan akan lakukan.

Tidak, saya tidak bermaksud mengubah semuanya. Ini adalah tuntutan zaman. Ini adalah tuntutan rakyat Indonesia. Jika saya tidak melakukan amanah tersebut, orang lain yang akan melakukannya. Rakyat sudah muak dengan korupsi. Jika kami tidak bisa memberikan pemerintahan yang baik dan bersih lewat Pemilu, pasti akan muncul pemberontakan. Akan terjadi revolusi.

Mengapa Anda mengatakan itu?

Karena sejarah mengajarkan demikian.

Bukankah itu akan membuat panik?

Tidak, itulah contoh yang terjadi di Timur Tengah. Jika Anda tidak mempunyai keadilan, jika Anda tidak mempunyai kesetaraan, baik keadilan sosial maupun keadilan ekonomi maka akan terjadi kerusuhan. Jadi bukan karena Prabowo, saya tidak menakutkan, itu adalah pelajaran dari sejarah.

Jadi saya merasakan apa yang rakyat saya inginkan. Saya tahu apa yang mereka inginkan. Mereka sudah muak dengan korupsi. Kuncinya selalu, jika menyimak sejarah, adalah pemerintahan yang baik. Itulah kuncinya.

Lalu, bagaimana Anda menangani, misalnya, soal perselisihan agama. Karena ada kecenderungan meningkatnya intoleransi agama di negeri ini. Dan banyak yang kecewa dengan cara penanganan yang dilakukan oleh presiden saat ini. 

Saya pikir, sekali lagi, kita harus teguh dalam melindungi semua golongan kecil. Itu adalah salah satu pilar kokoh yang diusung partai saya.

Tetapi bukankah ada waktunya di mana Anda berafiliasi dengan partai Islam?

Anda tahu di dalam politik terkadang Anda harus menjaga komunikasi. Saya tidak akan mengatakan berafiliasi, tetapi dalam politik Anda akan terus dituduh bahwa Anda tidak cukup “kiri” (sosialis) atau tidak cukup “kanan” (liberal). Mungkin Anda juga dituduh terlalu Islami, atau kurang Islami. Itu adalah resiko profesi.

Prabowo Subianto, seperti yang sudah saya katakan, Anda mempunyai rekam jejak lalu yang sangat kontroversial. Itu mungkin berarti bahwa musuh Anda tidak hanya di dalam politik, tetapi juga di dalam militer. Apakah itu yang anda rasakan bahwa militer sudah terbagi? Apakah Anda merasa sudah ada “klik” (kelompok-kelompok kecil), yang sedang Anda hadapi?

Tidak. “Klik”, Anda bisa menemukannya di mana-mana. Bahkan saat sekolah pun Anda punya “klik”. Jadi, ini adalah hukum alam. Lalu ada orang yang suka dan tidak suka. Itu wajar. Tapi saya tidak merasa hal tersebut akan signifikan. Saya pikir, pada akhirnya, semua tergantung kemauan rakyat. Dan, Anda tahu, diri saya sudah bisa menerima, apapun yang rakyat Indonesia inginkan, saya akan menghormatinya. Siapapun yang akan dipilih masyarakat, saya akan menghormati itu. Yang terpenting adalah, kita tidak boleh mencurangi rakyat Indonesia. Itulah yang paling penting untuk saya.

Tetapi desentralisasi di Indonesia semakin meningkat. Masih terdapat sejumlah masalah, situasi di Aceh, situasi di Papua, di Papua Barat. Bagaimana Prabowo Subianto menangani masalah tersebut?

Kembali lagi, pemerintahan yang baik. Pemerintahan yang baik. Di mana pun di dunia, di Aceh, di Papua. Tidak hanya di Aceh, di setiap provinsi di Indonesia, rakyat ingin pelayanan mendasar. Mereka ingin keadilan. Mereka ingin air bersih. Masih ada masyarakat yang harus berjalan 5 kilometer, 10 kilometer untuk mendapatkan air bersih, setiap hari. Pada musim kemarau, ini menjadi persoalan hidup dan mati bagi mereka.

Jadi, dengan pemerintahan yang baik, saya pikir hampir semua masalah kita bisa diselesaikan. Saya pikir semua rakyat di dunia menginginkannya. Hidup, kebebasan dan mengejar kebahagiaan. Semua orang. Apapun warna kulitnya, apapun agamanya, itulah cita-cita mereka. Itulah yang saya rasakan. Mereka berbicara dengan bahasa berbeda, tapi mereka menerima saya. Mereka bisa merasakan apakah kita berbicara dengan sadar, jujur, atau jika kita hanya omong kosong. Mereka bisa merasakan itu.

Dan itulah alasan saya yakin jika kita punya pemerintahan yang baik, jika kita punya pemerintahan yang bersih, maka sebagian besar masalah ini bisa diselesaikan.

Apa yang saya perhatikan adalah pribadi Anda dan gambaran Anda di mata publik ini, entah bagaimana, saling bertautan, dan ini sangat menarik, karena banyak orang berpikir bahwa Anda adalah orang yang sangat tulus hati, sangat percaya diri pada kemampuan Anda untuk membawakan ini. Namun, sistem dan keadaan, yang ada di dunia, seseorang harus seringkali membuat kesepakatan agar bisa menyampaikan apa yang harus disampaikan. 

Tentu saja. Membangun kesepakatan itu sangat penting.

Jadi, bolehkah saya bertanya, dari mana asalnya hasrat Anda untuk membangun kesepakatan ini, menjadi orang yang pragmatis untuk melakukan kerja sama? Menjadi orang yang bisa diajak bekerja sama oleh dunia?

Anda tahu, saya berkeyakinan bahwa hidup adalah soal kompromi (menerima). Namun ada hal-hal yang tidak bisa diterima. Kita tidak terima terhadap korupsi. Kita tidak boleh terima pencurian terhadap sumberdaya milik masyarakat, karena sumberdaya ini dibutuhkan oleh jutaan orang. Saya yakin bahwa negara kita kaya, dan dalam keadaaan ekonomi yang kondusif, semua bisa meraih kemenangan. Kami kaya, dan mempunyai pasar yang besar, kami berpenduduk 250 juta orang. Anda anda bisa membuka toko mi dan menjadi sangat sukses. Anda bisa membuka apapun di Indonesia.

Menurut saya, batasan berikutnya adalah kami akan menjadi wilayah bertumbuh. Kami bisa menjadi motor pertumbuhan baru bagi dunia, mungkin. Kami adalah negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia. Kami sekarang ada di urutan ke-16 sebagai negara yang ekonominya paling besar. Dengan pemerintahan yang baik dan tata pemerintahan yang bersih, banyak yang bisa kita lakukan. Saya sangat yakin. Dan itu alasan saya ingin menjadi presiden.

Saya tidak ingin menjadi presiden untuk negara miskin dan gagal. Untuk apa? Saya percaya bahwa kami bisa membalikkan keadaan dengan sangat cepat. Itu yang saya percaya.

Terima kasih banyak untuk berdiskusi dengan Al Jazeera, Prabowo Subianto.

Terima kasih sudah mengunjungi kami.

Videonya bisa dilihat di sini:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s