Tuhan (Benar-benar) Menjawab

ImageKamerads dan KawaNina, pernahkah terpikir bahwa sesungguhnya Allah itu benar-benar menjawab setiap pertanyaan dan doa kita?

Saya seringkali mengalami “dialog” dua arah dengan Allah. Yang diperlukan adalah hati yang lembut dan kemauan untuk mengakses suara yang ada di dalam hati nurani.

Kenapa diperlukan hati yang lembut? Karena Allah itu, jika boleh dipersonifikasikan, sungguh halus perangainya. Dan hanya manusia yang berperangai halus pula yang bisa mengenali kalimat-kalimat lembut yang dituturkannya.

Kamerads dan KawaNina pernah kan berbincang dengan orang yang lembut? Mereka akan kesulitan menjawab kembali jika kita memaksa dan mengajak mereka berbicara dengan suara keras atau lantang, bukan? Sehingga akhirnya mereka jadi terdiam dan tak jadi mengutarakan hal-hal yang seharusnya kita dengarkan. Hal-hal yang mungkin sebenarnya berguna untuk kita ke depannya.

Begitu juga dengan orang-orang yang bersuara lantang, mereka hanya bisa diajak bicara dengan suara lantang pula. Jika kita membalas atau menjawab mereka dengan suara lembut, yang ada mereka bakal berkali-kali berkata, “Ha? What? Apa? Kamu ngomong apa sih, nggak kedengeran!” dan seterusnya. πŸ™‚

Kembali seperti saya katakan tadi, saya menemukan, sesungguhnya Allah kerap berbincang dengan saya. Namun dengan suara yang begitu lembut dan bertutur halus. Bagaimana cara mendengarkan suara Allah? Bukankah tidak mungkin, karena kita ini hanya manusia? Hehehe.. Well, saya menemukan, dan saya yakin bahwa Allah berbicara kepada saya melalui rangkaian (sequence) peristiwa. Allah juga berbicara kepada saya melalui Kamerads dan KawaNina.

Tapi, kenapa berani sekali saya meng-klaim begitu? Bukankah itu hipotesis cetek yang penuh deviasi, simpangan dan tidak signifikan?

Secara science, matematis, hipotesis-analisis, mungkin saya tidak akan bisa menjelaskannya. Namun, begitulah “ngerinya” keyakinan. Faith. Saya begitu yakin bahwa sepanjang hidup saya yang hampir 36 tahun ini, Allah memilihkan sahabat-sahabat terbaik untuk terus berjalan beriringan dengan saya. Tak pernah satupun saya temui kata-kata yang sia-sia dari sahabat-sahabat saya. Jikapun bercanda, candaan mereka, candaan kami, masih dalam batas kesopanan. Kalaupun sedikit melampaui kesopanan, candaan kami tak pernah keluar dari sekadar konteks kalimat, dan buat niat.

Terlalu complicated kah penjelasan saya? πŸ™‚

Intinya, saya meyakini, mereka yang bertahan menjadi sahabat-sahabat saya adalah manusia-manusia amanah, yang Allah pilih untuk menjadi orang-orang kepercayaan saya. Untuk menjadi penasihat-pengingat saya dalam kebenaran dan kesabaran. Walaupun, yaah ada juga yang masih jadi provokator untuk membuat saya lebih rebelious. Hahahaha.. Namun, semuanya masih dalam batas toleransi pergaulan yang standar.

Di sisi lain, saya punya pendapat tersendiri dalam mengaplikasikan suatu nasihat dari Kamerads dan KawaNina ini. Meski saya yakin, 100% bahwa mereka adalah manusia-manusia amanah, tetap saja secara eksekusi implementasinya dalam hidup saya adalah murni keputusan saya. Oh, come on, saya bukan lagi anak yang baru lahir kemarin sore, meski tetap tidak terlepas dari trial and error, tetap saya memiliki batasan standar dalam menjalani hidup saya. Sense of righteous, sense of fairness, ini yang semua saya yakini sebagai kesadaran nurani. Karena, saya tahu, di dalam nurani manusialah tempat Allah bersemayam. Ia akan berbicara langsung di keheningan, maupun keramaian. Ucapannya pasti selalu bijak dan benar, meski tidak sesuai dengan keinginan hati kita..

Salah satu bukti (bagi saya) bahwa Allah menjawab adalah rangkaian perjalanan hidup saya selama 1-2 tahun terakhir. Bagaimana? Tunggu entry selanjutnya aja ya. Hehehe..

Udah ah, segini dulu… πŸ˜€

Advertisements
Categories: Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s