Selasa yang Indah

Selamat pagi menjelang siang, kamerads.

Hari ini Selasa, 29 Mei 2012, pukul 10:03 AM pada jam komputer saya. Apa kabar? πŸ™‚

Banyak banget entry tulisan yang tertunda di draft. Mau dilanjutkan guna di-publish kok rasanya nggak mood. Jadi, well, bikin entry baru yang ringan-ringan aja deh. Hehehe..

Pagi saya hari ini diawali dengan memperbaiki jendela kamar. Karet peredam kaca ke kusen jendela, terlepas. Jadi kacanya berbunyi akibat getaran dari mesin air conditioner (AC) di kamar. Ngeri pecah aja, saya mendengarnya! Jadilah pagi itu, pukul 05.20 WIB saya naik-naik bangku dan mencoba merekatkan karet itu kembali. Pekerjaan saya belum sempurna betul, tapi mendingan lah daripada sebelumnya. Biar suami saya saja nanti melanjutkan perjuangan saya tadi. Hehehe.. Kalau dia ternyata tidak bisa juga, ya sudah nanti sepulang kerja, saya lanjutkan.

Saya berangkat kerja diantar suami. Kemarin saya diantar dengan motor, bertiga dengan Farrell (hehehe.. dia kesenengan, tapi kelihatan letih pada malam harinya). Hari ini saya diantar dengan si kutu–mobil proton savvy kami. Farrell ikut dooong. Nggak mungkin ngga ikut. hehehe.. Baru berangkat, ada insiden kecil. Piring berisi nasi goreng sosis yang saya masak setengah jam sebelumnya, tumpah ke baju saya, gara-gara terpeleset dari dashboard.

Jadi ceritanya piring tersebut saya letakkan di atas dashboard, karena saya sedang membersihkan tangan Farrell dengan handuk dan sedikit disiram air mineral. Begitu suami saya nge-gas lagi, ngagorolong-lah (eaaaa.. Sunda bangedd dah bahasanya) itu piring dan menumpahi saya + Farrell. Biasalah, suami mengomel. Saya cuekin aja. Yang penting bisa dibersihkan lagi nanti toh? Hehehehe..

Pas saya baru saja menemukan plastik untuk membuang nasi yang jatuh ke baju, bangku dan karpet mobil, eeeh Farrell malah memuntahkan makanannya. Udah gitu, plastiknya bocor pula. Jiahhhh! Saya geser aja bagian yang bocor, supaya muntahan Farrell tidak luber ke luar. Saya kesal sih, tapi nggak berguna juga memarahi anak yang tidak nyaman dengan makanannya. Jadi, ya sudah, saya cuma bisa tertawa sambil menenangkan Farrell, lalu saya beri minum. Sisanya, saya bersihkan nasi goreng tadi lalu masukkan ke plastik. Eeeeh, lagi-lagi, suami mengomel. Kali ini saya balas menghardik, “Sudah, Ayah nyetir aja. Biar aku yang ngurusi ini.” Yep, saya bisa galak juga kok. :p

Perjalanan berjalan, well…gak terlalu mulus, tapi saya malas menceritakan bagian ini. Hahaha.. Yang jelas, sebelum tiba di kantor, saya mampir ke toserba Lawson guna membeli perlengkapan sarapan di kantor (roti, meses, susu kental, skippy creamy, dan blue band). Eitsss, ini baru pertama kalinya saya masuk ke toko Lawson. Mirip dengan Indo/Alfa Mart, tapi agak-agak mirip 7-eleven. Bersih. Bernuansa biru garis-garis. Konon Lawson (store asal Jepang) ini baru masuk sekira pertengahan tahun 2011. Thank God, they have one in Benhil area. πŸ™‚

Yang paling istimewa dari toko ini, menurut saya, mereka menyediakan makanan ringan khas Jepang. Yay! Mulai dari dorayaki, sausage on stick, onigiri, udon, trus apa tuh….cumi bakar. Saya pesan onigiri salmon dan onigiri tuna mayonaise, dipanaskan (sepertinya dikukus). Masing-masing berharga Rp7.000. Saya pengen tau aja, rasanya worthy nggak dengan harganya. Selain itu, mereka juga menyediakan roti jagung. OMG!!! I LOVE CORNY BREAD!! I mean, it’s a bread, spread with sweet corn + milk. 

Roti bertabur keju herbal

Tiba di kantor, setor jempol (absen, maksudnya), saya langsung meluncur ke lantai 2. Kawan-kawan sudah menunggu dengan roti sesi pertama. Saya men-drop perlengkapan sarapan yang saya beli tadi. Dan, Bu Tia (Sub TA PLPBK) dan Bu Susi (TA Manaj. Keuangan) memberi saya sepiring roti (isi 5 pcs) oleh cokelat dan bertabur keju berwarna hijau untuk kawan-kawan di lantai 3.

Mungkin kamerads heran, kenapa kejunya berwarna hijau. Menurut empunya keju, itu keju asli dari Belanda. Berwarna hijau karena ada herbalnya. Mungkin banyak yang tidak doyan, karena keju semacam itu memang tidak umum di Indonesia, tapi saya, sebagai seorang penggila susu, furthermore, keju, rasanya saya akan doyan-doyan aja.

Usai meletakkan piring roti di meja Pak Tony (Sub TA MIS)–hehe, sorry mejanya saya bajak, Pak!–saya mengambil sepotong roti dan menikmatinya. Bener. Enak itu keju! Enaaaak! Rasanya masih keju, hanya saja lebih beraroma sayuran/rempah herbal. πŸ˜€

Onigiri tuna mayo
Onigiri salmon

Rupanya roti sepotong belum membuat saya kenyang (Hahahaha.. figured!) Ya, saya lanjut dooong dengan onigiri hangat tadi. First, onigiri tuna. Dan, rasanya….. aw aw aw aw aw awwwwwww!! (#TebehModeON) It hits the spot!!! The warm salty soft rice mixed with delicious tuna mayo and seaweed. Man….. Bener-bener sarapan to die for! πŸ™‚ This one is really worthy 7.000 rupiah (less than US$1).

Masih penasaran dengan onigiri berikutnya, saya lanjut dengan onigiri salmon. Hmmm.. Sebenarnya saya doyan salmon. Tapi dibandingkan dengan tuna tadi, saya prefer onigiri tuna mayo sajalah. Buat saya, salmon akan lebih nikmat dimakan (setengah) mentah dalam hidangan sushi. Hmmmm.. *mendadak ngiler lagi*

Selesai sarapan, saya browsing facebook dan bertegur-sapa dengan sahabat-sahabat. Perhatian saya mampir pada foto seorang balita, bernama Ulfah, yang memiliki tumor besar di mata kirinya. Rupanya foto tersebut sudah ada sejak Agustus 2011. Topik foto tersebut adalah meminta uluran tangan para dermawan. Penasaran, saya tanyakan kabar terkini ananda Ulfah. Tak lama, datang balasan dari salah seorang kawan sesama PNPM Mandiri Perkotaan. Pesan yang beliau sampaikan sungguh membuat saya haru, sedih.

Kbr ulfah sdh meninggal sktr 1 bln yg lalu, sblm meninggal tdk lg d rawat d RS, krn keterbtsan biaya dan non teknis lainnya, tk’s 

Innalillahi wa innailaihi rojiuun… 

Ananda Ulfah (almh). Semoga Allah menyambutmu di surga

Sungguh Allah Yang Maha Kuasa, telah mengatur segala dengan harmoni terindah. Mungkin Allah lebih sayang pada ananda, maka Ia mengembalikan ananda ke surga. Konon bayi dan anak-anak adalah bunga surga. Ketika mereka gugur, maka Allah mengembalikan mereka ke lengan-lengan surga. (Amin!) Tapi, sungguh kesedihan menyelipkan dirinya dan menyeruak dari dasar hati. Sungguh terlambat saya mengetahuinya. Jika saja saat itu saya tahu, maka saya akan membantu sebisa saya, minimal menyiarkannya dalam berita agar terbaca oleh para dermawan yang rajin menyambangi Website kami.

Mendadak saya berharap Allah membuat saya kaya dan amanah, agar bisa membantu anak-anak seperti ananda Ulfah yang membutuhkan pertolongan biaya untuk kesembuhannya. Memang usia adalah misteri Ilahi. Namun manusia boleh berusaha semampunya. Kali ini saya merasa belum berusaha semampu saya untuk menolong sesama. 😦

Semoga Allah memberi saya kesempatan….

Nah, begitulah cerita saya tentang Selasa pagi ini. Selasa indah, menurut saya, meski sempat diwarnai insiden-insiden kecil dan berita sedih. Tapi, begitulah hidup. c’Γ©st la vie. That’s life. Kalau hidup fine-fine aja, nggak berwarna, ya garing. What would a rainbow be without colors? It rather rain or just a bow, rite? #garink. :p

Yang jelas, blessings indeed come from small things.

May you all have a blessing day, comrades!


Update, 29/5/12, 12:15 PM:
Membaca kembali entry blog ini sambil menikmati roti jagung. πŸ™‚

Advertisements
Categories:

2 Comments

  1. @ Riu: Hehehehe.. Cerita yang gimana, Riu??? Itu barusan aku update beserta foto-fotonya. Baca lagi yah.. hihihihi.. :DHave a lovely Tuesday, Riu. Live your life, one step at a time, ya.. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s