[TheKacrutTheme] Proaktif

Sebelum memulai menulis tentang  PROAKTIF, saya membaca penjelasan yang cukup panjang dari Master Blog The Kacruters soal hal itu. Masih siwer, saya coba meng-googling lagi soal proaktif ini. Dan ini yang saya temukan, bisa dibaca di blog ummahattokyo. Sayang, feature komentar tidak terbuka di blog bersangkutan, jadi saya tidak bisa berterima kasih kepada si penulis. Melalui blog saya ini, izinkan saya menghaturkan terima kasih buat sang penulis.

image borrowed from http://mlmturkey.com

Saya menulis entry ini sambil diiringi lagu Damn Yankees “Where You Goin’ Now”, sebuah lagu sweet rock yang populer di era 90-an. Tepatnya tahun 1992, waktu saya masih SMP kelas 3 dan lagi lucu-lucunya mengalami pubertas. Hehehe.. Nanti videonya saya sematkan di akhir tulisan, seperti biasa. *Kesannya blog saya ini interaktif musikal ya, selalu ada lagunya di tiap blog entry. huehehehe..* 


Being proactive, ternyata tidak melulu didominasi untuk urusan personal life. Dalam pekerjaan juga demikian–justru penting banged kali yaaa?

Dalam pekerjaan yang saya geluti, ada beberapa teman yang suka mengeluhkan bahwa atasannya kurang proaktif.

“Apa sih proaktif itu?” tanya saya waktu itu.

“Ya, sifatnya cuma nunggu aja, kayak ngga kepikiran untuk mengambil inisiatif dan bekerja lebih efisien. Padahal sudah jauh-jauh hari gue ingetin dia (si bos–red), kalau dia, sebagai tenaga ahlinya, tidak segera memutuskan atau bertindak, maka kemungkinan besar yang akan terjadi adalah begini, begini dan begini,” jelas dia, sambil memperinci analisis, yang tidak perlu saya tulis di sini.. 🙂

“Setelah bener kejadian, baru deh dia bereaksi dan ribet sendiri minta tolong sama kita. Padahal, kalau saja waktu itu dia lebih proaktif, hal semacam itu sudah bisa diantisipasi. Begitulah kalau jadi atasan yang hanya reaktif, tapi tidak proaktif,” sambung dia lagi, dengan tampang jengkel.

Saya cuma bisa tertawa, sambil merekam penjelasan dia tentang proaktif. Sebagai editor, saya memang suka “merekam” kata-kata yang tidak terlalu umum digunakan dalam suatu artikel, atau didengar dalam percakapan sehari-hari. Ya, seperti proaktif ini.

Pembicaraan tersebut di atas sebenarnya terjadi sekitar delapan bulan lalu, dengan pengulangan 2-3 kali, dan terakhir diungkapkan sekitar dua minggu lalu. Dalam artian, si bos-nya teman saya ini memang betul-betul bersifat nunggu kepentok dulu baru jalan (reaktif).

Begitu kemarin saya baca #TheKacrutMenulis mengeluarkan tema Proaktif, saya kembali tersenyum. Saya berpikir, kok saya jadi sering gini mendengar kata proaktif. Apa memang sedang populer ya? Hehehe..

However, kesimpulan saya soal proaktif ini, antara lain, ternyata sikap yang satu ini WAJIB dimiliki oleh seorang pemimpin. Kita, yang bukan pemimpin, hendaknya pun mempunyai sikap proaktif agar bisa lebih efisien dalam mengatur kehidupan.

Sepertinya betul kata penulis blog tripod di atas itu, bahwa sebenarnya manusia sudah dilengkapi dengan rasa inisiatif, mengambil alternatif mencari solusi (hidup) dalam rangka proaktif *halah, bahasa saya ketlingsut, kayak birokrat* 

Saya sangat setuju jika dikatakan bahwa kepribadian tidak hanya dibentuk oleh orangtua atau lingkungan, tapi kitanya sendiri jugalah yang harus melengkapi kepribadian kita ini. Bahwa kita merdeka untuk menentukan siapa diri kita ini, sekaligus bertanggung jawab penuh atas kehidupan kita sendiri. Inilah yang dikatakan proaktif.

Kalau hidup hanya sebatas nunggu durian runtuh, ya sama aja dengan menunggu godot dong. Gak akan ada juntrungannya. Gak ada ujungnya. Gak ada tujuan. Gak ada visi dan misi pula.

Kalau udah kayak begitu, ke laut ajalah, trus mati deh. Karena cuma orang mati yang ngga punya inisiatif. Ya kan? 🙂

Eh ini soal inisiatif atau soal proaktif sih…. #salahfokus

Udah ah, kita dengerin lagu aja yuk! Ini diaaa, Damn Yankees. Selamat menikmati..

Lyrics: 

* There’s a face in the mirror | and you close your eyes | much easier to turn away | than to take a look inside. | So you’re thinking it’s over | Walking away | Let your little world crash and burn | oh, what a price to pay..
* Didn’t anybody tell you | it’s not who’s right or wrong? | hold the line | is this what’s going on?
** Where you going now? | when your world’s turned inside out | isn’t love what it’s all about? | where you going now? | when you get to the top of the hill | gonna be there yes I will..
* There’s a crack in the mirror | there’s a hole in the sun | full moon in the midnight sky | and you feel like you wanna run. | so you blow out the candle | and you turn off the light | then you stumble into darkness | do you believe that love is blind?
*^ didn’t anybody tell you | it’s never too late to try? | hold the line | before you say goodbye
** Where you going now? | when your world’s turned inside out | isn’t love what it’s all about? | where you going now? | when you get to the top of the hill | gonna be there yes I will..
^^ Now I’m not talking ’bout what’s good for me | and I’m not saying, how you ought to be | But if there is a message shining on through to you | Take a little piece of mind | and let your love light shine
(back to *^)
— gonna be there yes I will

Sekadar info, personel Damn Yankees saat memainkan musik ini adalah: Tommy Shaw (guitars and vocals), Ted Nugent (guitars and vocals), Jack Blades (bass guitar and vocals), Michael Cartellone (drums), dan Robbie Buchanan (keyboards). Sumber info here. 🙂

Advertisements

8 Comments

  1. Saya sangat setuju jika dikatakan bahwa kepribadian tidak hanya dibentuk oleh orangtua atau lingkungan, tapi kitanya sendiri jugalah yang harus melengkapi kepribadian kita ini. Bahwa kita merdeka untuk menentukan siapa diri kita ini, sekaligus bertanggung jawab penuh atas kehidupan kita sendiri. Inilah yang dikatakan proaktif. – yep..yep…sudah mulai mendpat pencerahan lewat sini… hihihihi….

  2. "Kita merdeka untuk menentukan siapa diri kita ini, sekaligus bertanggung jawab penuh atas kehidupan kita sendiri. Inilah yang dikatakan proaktif."hmmm, seandainya seseorang memilih untuk tidak proaktif, dan bertanggung jawab atas pilihannya.. bisakah dikatakan proaktif? *halah rieut*

  3. @ Damz: Bisa, Damskii.. Itu artinya dia proaktif untuk menjadi tidak proaktif. Huakakakaka.. *makin lieur tah!* :p@ Tebeh: Bos kayak gitu? Karyawannya tidur2an aja Beh.. Hahahaha… Eh serius ya nanyanya. :pYaa, pertama, ajak si bos diskusi dan ingatkan bahwa dia harus lebih proaktif. Pemimpin yang baik selalu mau mendengarkan dan mempertimbangkan masukan/usulan anak buahnya. Kalau ternyata si bos itu ternyata udahlah reaktif (gak proaktif), egois pula, bahkan malah memusuhi kita dan ngga menganggap kita manusia, ya jedotin aja si bos ke tembok.. *napsu* Eeeeh maksudnya, dilaporin aja si bos itu ke atasannya lagi, didemo jika perlu. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s