Kecanduan Beng-beng Kacang

Seharusnya saya masih lanjut menulis berita soal kegiatan Pelatihan Penambahan Kapasitas Penggiat Permukiman Berkelanjutan alias City Changer. Sambil mengetik, iseng saya buka toples oleh-oleh yang dibawa sahabat saya, salah satu City Changer, dari Bulukumba. Saya melahap, satu keping, dua keping, tiga keping.. empat, lima, enam… Woooow… Kenapa saya ngga mau berhenti? Langsung saja saya tergelitik untuk mengambil jeda menulis beritanya dan mulai menulis soal cemilan yang saya makan ini.

Beng-beng kacang, namanya. Produksi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Selera Manis, binaan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sejahtera, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Bagaimana saya bisa mendapatkan cemilan dari lokasi sejauh itu?

wpid-20140929_145947.jpg
Saya dan Kak Hasna (Faskel Sosial Kab. Bulukumba, Sulsel), sang City Changer dari Sulawesi Selatan

Adalah sahabat saya, Kak Hasnawati, Fasilitator Sosial Kabupaten Bulukumba yang membawakannya. Kak Hasna terpilih sebagai 1 dari 100 City Changers seluruh Indonesia yang sedang mengikuti Matrikulasi Pelatihan Penambahan Kapasitas di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, mulai hari ini, Senin, 29 September 2014, hingga Kamis, 2 Oktober 2014 mendatang. Saya kenal Kak Hasna hanya lewat tulisan. Beliau memang aktif menulis dan mempromosikan kegiatan KSM dan BKM yang didampinginya. Seingat saya, tulisan pertama yang Kak Hasna kirimkan ke Redaksi adalah antara Mei dan Juni 2013.

Dari tulisan pertama saja saya sudah suka dengan gaya tulisannya yang lugas dan sarat informasi. Hal itu dibarenginya dengan penggunaan media sosial (facebook) yang cukup intensif oleh Kak Hasna. Tampaknya, sebagai fasilitator sosial, beliau paham bahwa mensosialisasikan suatu kegiatan memang harus agresif. Tak hanya dengan kearifan lokal, tapi juga mengikuti tren dunia. Penggunaan media sosial adalah salah satu langkah jitu menyosialisasikan dan mempromosikan kegiatan, bahkan produk masyarakat dampingan fasilitator. Bravo!

Jadilah, Kak Hasna sering upload foto kegiatan ke wall facebook-nya, dan selalu men-tag saya. Tampaknya beliau juga paham kalau saya pengguna jejaring sosial yang intens dan seringkali “jemput bola”. Ya, saya memang sering mengangkat tulisan atau berita dari tag kawan-kawan di lapangan. Terutama kliping koran. Saya menyadari bahwa waktu kawan-kawan untuk mempublikasikan kegiatan begitu terbatas. Selain itu, jaringan internet di wilayah luar Jawa pastinya cukup sulit. Jadi menyisihkan waktu untuk bisa online adalah suatu hal yang cukup luar biasa untuk dilakukan.

Dalam hal ini, pertemanan saya dengan Kak Hasna tak hanya membahas soal pekerjaan. Kadang soal kehidupan pribadi juga, meski hanya kadang-kadang saja. Sangat jarang. Tetap saja, setiap ucapan dan doa indah yang terucap dari seorang kawan yang belum pernah bertemu langsung rasanya lebih tulus. Sempat pula saya berjanji akan berkunjung ke Bulukumba, saking tertariknya saya dengan kegiatan KSM dan BKM di sana. Betapa tidak, masyarakat dampingan P2KP/PNPM Mandiri Perkotaan di Kabupaten Bulukumba banyak bermitra dengan dinas (Pemda).

Kiprah PNPM Perkotaan di Kabupaten Bulukumba bisa dibaca di tautan berikut:

  1. P2KP, Perubahan Nilai dan Suara Hati
  2. Popcorn Home Industry a la Bulukumba
  3. Daur Ulang Sampah Bantu Perekonomian Rumah Tangga
  4. KLH Bulukumba Gandeng BKM Kelola Sampah jadi Produk Bernilai Ekonomis
  5. Jaringan Relawan Bukan Utopia
  6. Hidupku Dulu dan Kini

Mei 2014, begitu saya pernah berjanji akan berkunjung ke Bulukumba. Ya, saat itu saya memang berencana untuk cuti selama beberapa hari, berangkat ke Makassar dan lanjut ke Bulukumba. Sekira 4-5 hari lah saya ingin berkeliling di Bulukumba. Namun, saya urung berangkat karena ada suatu masalah yang tidak bisa saya ungkapkan di sini. 😀 Hehehe.. Maaf.

Oke, jadi begitulah jalinan pertemanan kami berawal. Itu intermezzo saja sebenarnya. Karena yang ingin saya ceritakan lebih banyak sebetulnya adalah soal KUENYAAAAA.. 😀

Jadi tadi pagi itu saya bertugas meliput acara City Changer. Girang betul rasanya. Karena ternyata beberapa kawan baik saya–yang biasanya hanya kontak lewat Facebook, lolos menjadi City Changer. Sebut saja, Kak Hasna, Bu Anita, Bunda Umi, Mbak Tari, Pak Wient. Waaahhh.. Akhirnya malah sekalian reunian, tidak hanya liputan. “Akhirnyaaaa ketemu di siniiiii,” begitu semua reaksinya, termasuk reaksi saya juga. Hihihihi.. I love you all, my friends! ❤

Usai makan siang, Kak Hasna menarik tangan saya dan diajaknya ke kamar tempat Kak Hasna (Sulsel) dan Bu Fince (Papua) beristirahat. “Ada titipan dari kawan-kawan Bulukumba,” begitu kata Kak Hasna. Waaaa.. Saya langsung kegirangan. Horeeeeee!! Kawan-kawan Bulukumba ini memang sangat memanjakan.

wpid-20140929_195905.jpg
produk daur ulang kreasi KSM Kelurahan Loka

Sebelumnya, sekira setahun lalu, mereka mengirimkan saya satu dus besar berisi produk kerajinan dari daur ulang, yang dititipkan kepada Mas Tomy (TA COS KMP). Wow!! Luar biasa. Lalu sekarang, ada oleh-oleh lagi dari Bulukumba? Horeeeeeeee…

Begitu tiba di kamar, lagi-lagi saya terkejut. Nah lho.. ternyata oleh-olehnya banyak bener! Satu plastik berisi enam jagung marning manis, abon-abon telur dan beng-beng kacang. Satu plastik lagi oleh-oleh dititipkan untuk Mas Tomy. “Waduh, banyak bener, Kak Hasna. Serius ini?” saya sampai takjub dengan perhatian tersebut. Terima kasih banyaaaak, kawan-kawan..

Setelah itu, kami turun ke Ruang Puri Ratna, kembali mengikuti acara selanjutnya. Kawan-kawan KMP yang ada di lokasi acara rupanya penasaran melihat dua plastik besar yang saya tenteng-tenteng. “Oleh-oleh dari Bulukumba, Bu. Salah satu City Changer ini ternyata sahabat saya,” kata saya, sambil membuka plastik dan mengeluarkan sebungkus jagung marning + kacang. Masih ada satu bungkus lagi untuk di ruang kami nanti.

wpid-20140929_152010.jpg
Pak Boby (tengah) membaca tablet sambil melahap jagung marning. Yummmm.. Bu Tutuk juga ikut mencicipi. “Enak. Renyah,” kata mereka

Kebetulan ada Pak Boby (mantan Kepala Satker P2KP Pusat) yang duduk sejajaran saya. “Pak Bob, silakan dicicipi. Dari Bulukumba nih. Produk KSM,” kata saya. Tanpa menunggu lama, Pak Boby, Bu Tutuk (TA CB KMP wil. 1) segera membuka bungkus jagung marning dan mulai menikmatinya. “Enak nih! Renyah,” komentar Pak Boby. Sambil membuka tabletnya untuk membaca file, Pak Boby terus meraup dan mengunyah jagung marning. Nikmat banget keliatannya. Saya sampai ngiler sendiri ngeliatnya. Hihihihi.. Akhirnya saya ambil juga sekali, dua kali. Hmmm.. Memang enak!

wpid-20140929_151917.jpg
Pak Boby memberi tahu rekannya, “Enak nih. Produk KSM kita.”

“Iya, enak, Mbak. Manis, asin, dan yang pasti renyah. Ngga keras. Pas banget buat cemilan. Sampe saya ngga mau berhenti nih,” kata Bu Tutuk yang duduk di sebelah saya. Mendengar itu, sekali lagi saya berkata, “Hebat ya berarti KSM yang memproduksinya.”

“Iya, semoga nanti pemasarannya lancar,” kata Bu Tutuk lagi.

Kemudian datang Teh Tries (TA Mass Comm KMP wil. 1). Kembali saya sodorkan sebungkus jagung marning. “Wah, boleh nih. Saya bawa ke depan ya?” tanyanya.

“Mangga,” jawab saya, sambil memandang di kiri depan adalah kumpulan kawan-kawan CB KMP. Jadi penasaran apa nanti komentar mereka setelah menyicipi jagung marning tersebut. Besok lah saya tanyakan lagi. 😉

Sekira pukul 15.15 WIB saya kembali ke kantor. Di ruangan, saya kembali mengeluarkan sebungkus terakhir jagung marning dan sodorkan kepada kawan-kawan tim Web, SIM, PPM dan HRM. Semuanya mengaku bahwa jagung marningnya enak banget. Wahhhh! Sepertinya memang produk KSM yang satu ini sudah layak dipasarkan sampai ke Jakarta! 😉

wpid-20140929_191120.jpgTerakhir, Beng-beng kacang, sengaja saya simpan untuk diri sendiri. Hahahaha.. Bukannya apa-apa, ini cemilan rasa cokelat dan ada kacang tanahnya. Kesukaan sayaaaa! Dan karena saya sering membeli kue serupa (dengan nama berbeda-beda dan dari daerah berbeda-beda pula) maka saya tahu betul mana kue kacang yang enak dan tidak enak.

Tak sabar, saya membuka toples Beng-beng kacang dan menyicipi sekeping. Rasa kuenya ngepas, tidak terlalu manis. Dan yang paling keren adalah kacangnya. Renyah dan gurih. Sambil mengetik artikel ini, sudah hampir 10 keping saya santap. Hahahaha.. Dan semua kacang yang mampir di mulut saya rasanya, hmmmm! Renyah. Kue cokelatnya sendiri garing, kriuk. Sempurna!

Resmi sudah, saya ketagihan produk satu ini. Sepertinya nanti saya akan melayangkan pesanan kepada KSM Selera Manis untuk mengirimkan dua toples besar ke Jakarta. Hihihi..

Buat kawan-kawan yang berada di Makassar, khususnya Bulukumba–lucky you! 😀 — yang penasaran dan mau memesan, silakan memesan kuenya ke:

KSM Selera Manis – BKM Sejahtera
BTN Ujung Bulu Permai
Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu
Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan
HP. 0853411343417

Ngga hanya Beng-beng kacang yang tersedia di sana. Banyak kue lainnya. Silakan dihubungi nomor di atas untuk informasi lebih lanjut. 🙂 Saya lanjut makan kuenya lagi ya. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s