[TheKacrutTheme] Obsesi – Opini

Begitu Kacruter mengumumkan tema baru “Obsesi”, saya jadi nyengir sejadi-jadinya. *kebayang gak, gimana tu bentuk nyengirnya*Mendadak, terbayang iklan sebuah produsen rokok yang meng-highlight soal obsesi ini. Dan kocak-kocak semua adegan iklannya. Ada yang obsesi jadi selebritis, obsesi eksis, obsesi sutradara… obsesi apa lagi ya….banyak deh. Si pembuat iklan niy bener-bener sukses menjadikan tema “obsesi” sebagai sesuatu yang jenaka.

Padahal, aslinya obsesi itu bisa cenderung merusak hidup orang lain, minimal merusak hidup orang itu sendiri.

2013-10-23-10-26-47_decoSecara bahasa, obsesi (kata benda) adalah gangguan kejiwaan berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sulit untuk dihilangkan. (Referensi: Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, Drs. Peter Salim, M.A., Yenny Salim, B.Sc.: MEP: 2002)

Secara etimologi *halah* obsesi berasal dari kata obsessio (terkepung).

Secara psikologis, obsesi artinya sebuah perasaan senang yang sangat mendalam/berlebihan, kompulsif (mendesak harus terwujud) dan seringkali tidak rasional.

Jadi, obsesi berarti suatu keadaan dimana seseorang merasa diselubungi, diliputi, dikepung, didominasi oleh pikiran yang itu-itu saja, membuat orang tersebut sangat fokus pada pikiran tersebut, sehingga segala sesuatu yang dilakukannya adalah demi mewujudkan apa yang diobsesikannya itu, meski harus menghalalkan segala cara (tidak rasional). <—jangan percaya bahwa ini definisi akademis lho ya, asli ini definisi saya ngarang sendiri. wekekeke.. :p

Tapi, nah lho! Ternyata cukup horror ya? 🙂

Hanya saja, dalam pergaulan sosial saat ini, kata obsesi mengalami pergeseran makna dan terkesan jadi suatu keadaan yang umum, bahkan dijadikan pengganti istilah “ngebet banget”. Hehe.. Apapun obsesi jadinya, saya harap semua kamerads tetap bisa mengendalikan diri agar tidak terkonsumsi obsesi yang kompulsif (berlebihan).

pinjem dari smellslikescreenspirit.com
Anyways, soal obsesi ini, saya juga jadi teringat suatu film yang baru-baru ini saya tonton. Sebuah film dewasa berjudul CHLOE (2009), dimainkan oleh Julianne MooreLiam Neeson, dan si cantik Amanda Seyfried. Bertabur bintang deh pokoke.. Naskahnya pun hebat ~ IMHO.
Film yang disebut-sebut sebagai re-make dari film Prancis berjudul Nathalie (2003) ini bener-bener untuk konsumsi dewasa. Karena di film aslinya (tanpa sensor) ada beberapa adegan sensual yang vulgar secara interpretasi. Khususnya adegan seks antara Julianne Moore dan Amanda Seyfried (yep, girl on girl) yang, menurut saya, cukup eksplisit. Saya pertama nonton film ini lewat teve kabel, channel HBO. Itupun sudah banyak sensor. Begitu saya cari tahu adegan aslinya (dengan referensi dari situs langganan saya soal movies: IMDB.com), saya jadi ngiler, eh, maksudnya ngerti kenapa disensor segala. Memang vulgar, Bo! 😀
Chloe (Amanda Seyfried) adalah seorang pekerja seks muda, sangat cantik yang disewa oleh seorang dokter kandungan bernama Catherine (Julianne Moore) untuk menginvestigasi suaminya, David (Liam Neeson). Catherine curiga David selingkuh. Diawali dengan sikap David (yang berprofesi sebagai profesor) yang dinilai Catherine berubah. Mulai dari pulang larut malam, asyik teleponan dengan mahasiswanya, sampai kejutan pesta ulang tahun David yang tidak dihadiri oleh David sendiri.
Bersamaan dengan memuncaknya kecurigaan, Catherine bertemu dengan Chloe dan memutuskan untuk menyewa dia. Tugas Chloe adalah menggoda David. Aturan mainnya, setiap kali ada pertemuan antara Chloe dan David, Chloe wajib menceritakannya kepada Catherine.
Mulailah Chloe menjalani “misi menggoda David” itu. Setelah beres, Chloe menemui Catherine dan menceritakan semua kejadian secara detail. Seiring waktu, cerita Chloe berkembang. Mulai dari cerita bagaimana dia merayu David, sampai pada hubungan seks oral, bahkan hubungan seks di hotel. Semuanya diceritakan oleh Chloe, secara detail, bahkan vulgar kepada Catherine.
pinjem dari http://www.film.com
Catherine, yang sekarang sudah yakin penuh bahwa suaminya memang selingkuh, jadi rapuh. Dia terbawa cerita Chloe yang deskriptif, dan mulai berfantasi tentang adegan seks antara David dengan Chloe. Bukan cuma masturbasi sambil berfantasi, Catherine juga belakangan melakukan hubungan seks dengan Chloe.
Yang tidak Catherine ketahui adalah bahwa Chloe BOHONG!
Chloe tidak pernah berkenalan dengan David, apalagi melakukan hubungan seks. Hal ini diketahui Catherine setelah ia bertengkar dengan David. Ia lalu memutar otak untuk menjebak Chloe dan David dalam satu ruangan yang sama. Terbukti, memang David tidak kenal Chloe, karena memang tidak pernah bertemu. Catherine baru tersadar bahwa semua yang diceritakan Chloe hanyalah imajinasi semata.
Yang bikin miris, ternyata Chloe melakukan itu bukan karena dia mengejar uang Catherine. Tapi justru karena dia jatuh cinta pada Catherine sejak pandangan pertama. Chloe jadi terobsesi pada Catherine. Saking marahnya pada situasi, karena “tertangkap basah” bahwa ia berbohong, Chloe berbalik memutar otak untuk membalas Catherine. Yaitu, dengan mendekati anak mereka yang masih berondong, ganteng, Michael (Max Thieriot) dan berhubungan seks dengan Michael di kamar Catherine-David.
minjem dari hot-scene.net
Sutradara film-nya, Atom Egoyan, eksplisit banget menggambarkan emosi Chloe saat itu. Ketika berhubungan seks, Chloe dengan posisi woman on top *kayak apa tuh? sana googling. wekekeke* menolak melihat ke arah Michael. Mata Chloe malah menjelajah seluruh ruangan. Ia melihat ke lemari, yang dipenuhi dengan pakaian Catherine. Dan ketika matanya menangkap belasan pasang sepatu hak tinggi milik Catherine, saat itulah Chloe mulai orgasme.
Dan, you know what, ekspresi orgasmenya Chloe (Amanda Seyfried), asli orgasme banget! Huahahahaha.. Demen dahhh saya liatnya. Wakakakaka… :p
Sebegitu terobsesinya Chloe pada Catherine, ngeliat sepatunya aja udah orgasme. Hebat yak! 😀
Tertarik nonton filmnya? Boleh aja, tapi rekomendasi saya, be wise about it ya! 🙂
Udah segini dulu aja tentang Obsesi. Sembari mengakhiri tema kali ini, saya cantumkan video klip jadul bertajuk “Kiss Me” dari Indecent Obsession, grup asal Aussie yang top banget di era 90an. Huhuyyy!
Advertisements

8 comments

  1. @ Tebeh: bohongnya Chloe itu cuma klimaks cerita aja Beh. Masih ada lanjutannya yang lebih dramatis.. hehehe.. gak ane ceritain dah di sini Gan.. :D@ Riu: loe umur berapa sih??? Gw ngerasa aneh aja ama komen loe yg kayak kalimat anak smp. Hehehe.. Seks itu kan naluri alamiah yg ada pd setiap makhluk hidup, terutama manusia. Gak ada manusia yg gak doyan seks. Yg ngebedain manusia ilmiah dgn manusia muna tu soal menyikapinya aja. Manusia ilmiah menyikapi pembahasan seks dgn bijak, kalo yg muna–ya loe tebak ndiri ajalah.Btw, kalo loe mood-nya lg pgn muntahin film, muntahin deh tu film2 pure porno, yg orgasmenya pura2 dan akting murah meriah yg penting ejakulasi. *eduuun gw bahasanya* gw juga, jujur aja, jijik sama film bokep yg penuh kepura2an gitu, jalan cerita dudul, akting maksa, trus 95% isi filmnya yaa adegan seks. Beda ama film Chloe ini. Setidaknya Chloe msh ada jln cerita yg complicated just like life itself, akting piawai (sampe dpt award segala) dan sinematografi yg dikemas apik, tdk menjijikkan. Loe better nonton dulu, baru komen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s