Rekans P2KP,

Berikut ini ada contoh singkat (dan simpel) kalimat yang bisa diedit. Mengutip dari tulisan yang dikirim oleh Korkot Gayo Lues, KMW III P2KP-3 NAD, berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

(Catatan: Saya mengambil contoh dari tulisan tersebut bukan karena tulisan tersebut jelek. Justru tema tulisan tersebut menarik. Semata saya hanya ingin sharing ilmu saja dengan rekans. Juga, agar rekans bisa lebih bagus lagi dalam menulis. Sip kan? πŸ˜‰ )

hands-reaching-e1343668373719

Contoh kalimatnya adalah

(kalimat pertama dalam paragraf pertama):

“Desa Gumpang merupakan salah satu desa yang terletak dikaki Gunung Louser sebagai Paru-paru dunia…”

Sekarang, mari kita breakdown..

“Desa Gumpang merupakan salah satu desa yang terletak dikaki Gunung Louser…”

Saya mengeditnya menjadi:

“Desa Gumpang merupakan salah satu desa, yang terletak di kaki Gunung Leuser…”

Pertama, kata “yang” di sini adalah kata sambung keterangan. Untuk itu perlu diberi tanda koma (,)

Kedua, Rekans, harap ingat, jika kata “di” diikuti dengan arah atau menunjukkan letak/tempat, maka “di” ini harus dipisah dengan kata yang mengikutinya. Dalam hal ini kata dikaki, pada kalimat “…desa yang terletak dikaki Gunung” adalah menunjukkan letak bahwa desa tersebut ada di daerah kaki gunung.

Jadi, kalimat yang benar adalah “..desa yang terletak di kaki Gunung…”

Ketiga, saya mengedit kata “…. Gunung Louser…” menjadi “…Gunung Leuser…” πŸ™‚ Penggunaan huruf kapital pada kata gunung, yang diikuti dengan nama gunung tersebut, sudah benar. Sedangkan nama Louser menjadi Leuser adalah masalah ejaan baku. Mengacu pada situs Departemen Kehutanan RI tentang Taman Nasional Gunung Leuser. Jadi, secara baku pemerintah menetapkan ejaan tersebut sebagai Leuser, bukan Louser.

Berikutnya,

“Desa Gumpang merupakan salah satu desa yang terletak dikaki Gunung Louser sebagai Paru-paru dunia…”

Saya mengeditnya menjadi

“Desa Gumpang merupakan salah satu desa yang terletak di kaki Gunung Leuser. Gunung ini termasuk paru-paru dunia..”

Alasan saya memisahkan kedua kalimat tersebut adalah menghindarkan kalimat dari kerancuan. Jika kalimat tersebut digabung, maka akan timbul pertanyaan, yang menjadi paru-paru dunia sebenarnya Desa Gumpang-nya, atau Gunung Leuser-nya? Saya menilik, area yang menjadi paru-paru dunia adalah gunungnya. Untuk itu, saya memisahkan kalimat tersebut.

Demikian “kuliah jarak jauh” singkat dari NengNingNong. hehehe.. Jika ada masukan, mohon disampaikan. Terimakasih, semuanyaaaa.. Arigato gozaimasu, minna..! πŸ™‚

Advertisements