Postingan kali ini saya hendak memperkenalkan para kru, pengelola website P2KP.

-pPertama, Aries M. (Webmaster, atau sering kita panggil sebagai bos web).
Secara struktur organisasi, beliau termasuk “kategori” Tenaga Ahli (TA). Sebelum menjabat sebagai bos web, beliau menjabat sebagai TA SIM di KMP P2KP-3. Pasca restrukturisasi pertengahan tahun ini, Pak Aries dinobatkan menjadi Webmaster yang sebelumnya diisi oleh Pak MZ Masngudi.

Posisi webmaster sempat kosong lebih dari setahun. Dan, selama itu, kru web yang masih setia (baca: ngga ada kerjaan lagi sih) menjaga web tetap running, bertahan sebisa mungkin dari semua bombardir pertanyaan seputar publikasi website. Setelah Pak Aries datang, kami pun lega, karena semua “keluhan” para pelaku P2KP lainnya akhirnya bisa dilimpahkan ke beliau. (hihihi..)

)Kedua, Dedi Y. (Web Programmer dan Quick Status–ehem, masih QS gak, Kang? hehe..)
Saat posisi webmaster kosong, kami sepakat “menjerumuskan” Kang Dedi sebagai leader. Pasalnya, di antara kami bertiga, beliau paling lama di P2KP, jadi setidaknya secara substansi beliau lebih mengerti situasi. Ngga cuma itu, beliau juga pandai bicara dalam rapat-rapat penting, dan gaya bicaranya tegas, membuat rekan-rekan di luar web lainnya segan. (horeee..!). Makanya, Kang Dedi agak-agak jadi bumper juga buat kami. hehehe..

Fajar, Peace man! Peace! *halah, slank bener..hihi..*Ketiga, Fajar E. (Webadmin)
Bisa dibilang, pekerjaan yang paling njlimet adalah jadi webadmin. Apalagi waktu forum Mimbar Bebas (MB) di web masih benar-benar bebas, belum ber-password. Fajar paling repot mengedit kata-kata pengguna forum MB yang kebablasan, menutup topik (dengan berbagai pertimbangan), dan men-delete thread forum yang tidak layak dibaca. Selain itu juga, Fajar menangani dan mengupdate isi konten lainnya. Uh, repot banget kaaan?

Biarpun begitu, Fajar tetap punya waktu untuk diskusi asyik dengan saya dan Kang Dedi. hehe..

*no comment* heheKeempat, Nina (Web editor).
Mungkin pekerjaan saya terkesan paling santai, karena hanya meng-handle 2 konten saja, yaitu WARTA dan RUBRIK SASARAN. Updating juga minimal 1 kali sehari. Rutinitas setiap hari adalah cek email dan saving kiriman dari KMW, lalu mengedit tulisan yang akan tayang, mengedit foto yang akan tayang, lalu upload ke web. Kelihatannya mudah dan simpel kan? Betul sekali..

Tapi, stres paling tinggi bisa dibilang, justru di saya! Bagaimana tidak, pekerjaan editing sangat melelahkan. Tidak hanya mata, tapi juga otak. Apalagi jika tulisan yang diterima datangnya bukan dari orang yang “bisa menulis”, tapi dari rekan yang sedang “belajar menulis”. Meski sebenarnya saya sangat senang menerima tulisan dari rekan-rekan KMW meski mereka baru belajar, saya tidak bisa mungkir bahwa para “penulis baru” ini membuat saya sakit kepala, karena alur tulisannya sangat berantakan.

Apalagi, jika mereka menggunakan bahasa laporan ilmiah (maklum, rekan-rekan adalah pekerja tangguh di lapangan, tapi belum tentu bisa menguraikan prestasi mereka ke dalam satu tulisan yang lugas). Atau yang lebih parah adalah menggunakan bahasa lisan. Bisa dibayangkan, bahasa lisan dengan bahasa tulisan sangat berbeda. Karena, bahasa lisan (yang diterjemahkan ke dalam tulisan) biasanya tersempal “aksen” daerah. Misalnya, kalimat “itu orang”, “kita orang”, “kita punya”. Jika saat itu pikiran masih fresh, tentu tidak sulit menemukan kata pengganti yang baku. Masalahnya, mengedit membuat otak lelah. Akhirnya, streslah yang ada.. Mengakalinya, tentu dengan browsing dan menulis di blog, seperti sekarang ini.. (Aneh ya, pusing dengan editing, tapi tidak bisa melepaskan diri dari dunia tulis menulis dan ketik mengetik! hehe..)

However, menjadi editor dan “membimbing” rekan-rekan yang baru belajar menulis, sungguh sangat menyenangkan. Apalagi melihat rekan-rekan yang saya bantu belajar bisa menunjukkan perkembangan pesat dalam menulis. Sebut saja, Senior Fasilitator Belitung Ade Syerni, yang memiliki potensi besar dalam menulis opini (artikel) dan cerita sarat filosofi. Kemudian, Mas Rachmat Gunarto (mantan? Askot Belitung) yang biasanya rajin mengirimkan tulisan & berita, Kang Jihad Dienullah (TA Sosialisasi KMW III NAD), Pak Ari “Doraemon” Hariadi (TA Pelatihan KMW III Kalteng), Pak Totok Priyanto (TA Monev KMW IX Jambi-Riau-Kepri), dan lain-lain.

Meski belum pernah bertemu muka dan kenal secara langsung dengan rekan-rekan tersebut, kami saling bertukar informasi melalui email dan SMS untuk sekadar mengetahui kabar dan perkembangan situasi di masing-masing wilayah. Semoga rekan-rekan semua tidak kapok ya saya “editori”. hehe..

Bagaimana suasana bekerja di web?
Jawab: ASYIK!!

Bisa dibilang, sejak proses berdirinya website P2KP tahun 2001, bos web selalu membuat suasana kerja yang santai, hangat, dan penuh kekeluargaan. Bahkan “suksesor” bos web yang sekarang pun sangat santai tapi profesional. Melontarkan komentar bernada canda jadi suatu “kewajiban PLUS kebutuhan” bagi kami sehari-hari. Selain itu, ada lagi satu hal yang bisa mengobati kejenuhan dan kekesalan akibat server internet ngedrop, yaitu “baku tembak” network (LAN) game MOHAA. hehe.. Namun, game baru dimulai ketika kami benar-benar jenuh dan koneksi internet benar-benar modar.

Sungguh, cara seperti ini sangat berpengaruh terhadap mood/moral bekerja. Setidaknya, keesokan harinya kami akan datang dengan jiwa yang lebih fresh dan optimis..

Nah, bagaimana dengan suasana bekerja di kantor Anda?

Too much pressure can kill you, lho.. hehe..

Advertisements