Kita, Yang Tak Bisa Menjadi
Di matamu,
aku masih menemukan rumah
meski pintunya kini menghadap ke jalan, yang bukan jalanku.
Kita saling mencintai
tapi dunia menulis takdir kita di halaman terpisah.
Kau memegang tangannya di altar
sementara hatimu,
sebagian, masih tertinggal di genggamanku.
Aku tak akan memanggilmu kembali
meski rinduku berlarian tanpa arah.
Cintaku akan menjadi cahaya sunyi—
menyala untukmu,
tanpa membakar janji yang kau ikat pada yang lain.
Biarlah kita hidup di dua dunia yang sejajar,
tak pernah bersentuhan
namun selalu saling menatap
di bawah langit yang sama.




Leave a comment