Berkunjung Virtual ke “Negeri Kue Gula Tare”

Hari ini jalan-jalan ke Desa Wolaang, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, bareng Tim Kotaku Sulawesi Utara, dialog dengan masyarakat dan Kepala Desa Wolaang.Terungkap, Kelurahan Wolaang melakukan sosialisasi Program secara “gerilya”, baik berkeliling dengan pengeras suara, spanduk, bertemu tokoh-tokoh agama di rumah ibadah, bahkan pertemuan dalam acara duka (melayat) ataupun acara suka (pesta). Menarik..

Saya sempat bertanya dua hal kepada Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dan Hukum Tua (Kepala Desa/Kelurahan) Wolaang, tentang kerja sama dan rencana desa dalam mengembangkan potensi desanya.

Untuk jejaring, LKM telah bekerja sama dengan praktisi hukum, dalam kegiatan sadar hukum perlindungan hasil karya/intelektual/HAKI, jangan sampai ada plagiat atau peniruan oleh pihak lain, maka hasil karya warga didaftarkan ke pihak hukum. Eehhh… menarik ini!!

Upaya lainnya adalah mendampingi Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP), share pengalaman dengan warga yang menjadi wakil rakyat (DPRD) hal menyangkut beban bersama terkait kelangsungan infrastruktur yang telah dibangun melalui Cash For Work (CFW) Kotaku 2021 ini. Selain itu juga sedang menjalin kerja sama dengan telkomsel dan indosat, mengingat ada menara BTS di Kelurahan Wolaang.

Sementara itu, Hukum Tua, yang dahulunya juga anggota LKM ini, menjawab bahwa potensi Desa Wolaang adalah lahan sawah, hortikultura, dan mina padi; Potensi lahan seluas 135 Ha, bisa untuk penebaran benih ikan. Sudah ada kerja sama untuk penebaran benih ikan mujair, mas, dan nila. Di sisi lain, jangan lupa, Desa Wolaang adalah penghasil beras terbesar se-Kabupaten Minahasa. Jika di lokasi lain sawahnya perlu tadah hujan, sedangkan di Desa Wolaang, airnya sudah mengalir dengan curah hujan yang memadai.

Dari segi SDM, Desa Wolaang memiliki banyak pengrajin, salah satunya adalah pengrajin drum bekas tempat minyak yang digunakan untuk membuat kerajinan wajan, tempat sampah, bahkan penyulingan alkohol cap tikus itu, wkwkwk.. Eh tapi ternyata mahal lho drum semacam ini. Siapa tau ada yang mau beli wajan besar dan drum, pesan deh ke Desa Wolaang yaa.. 😁🙏🏻

Satu hal yang paling menarik perhatian saya adalah informasi dari Hukum Tua adalah potensi makanan khas dari gula aren yang dinamakan Kue Gula Tarek, yang tidak ada di tempat lain. Beliau mengaku sudah membawa kue ini sampai ke pameran di Batam dan Bali, dan peminatnya sudah banyak, tapi belum ada pesanan yang signifikan lagi bagi pengrajin kue.

Nah, ucapan beliau ini jadi kesempatan saya untuk masuk dooong! Saya katakan ke beliau, mumpung Program Kotaku masih ada dan website kita itu secara dunia berada di rangking 300.000an seluruh dunia (kalau ngga salah ya, kalau salah ya maap, wkwkwk), di antara 7-8 miliar website eksisting seluruh dunia. Artinya, ini adalah salah satu kesempatan terbaik untuk mengekspose potensi desa, karena kita akan membantu publikasinya, baik berupa tulisan maupun foto-foto yang mewakili dan bisa “menjual” potensi tersebut.

Yang membuat saya tergelak tertawa itu beliau sampai mengatakan akan mengirim kue gula tarek ke Jakarta agar saya yakin kalau itu kue memang enak. Eeeh langsung semangat tinggi Pak Hukum Tua. Wkwkwkwk..

Alhamdulillah, pertemuan yang menyenangkan walau singkat, cukup 2 jam saja. Terima kasih juga untuk apresiasi dari Pak Teddy Sulangi dan Kak Theresia Wulansari. Sungguh, Pak Teddy ini salah satu manusia paling santun dan konsisten ramahnya sejak beliau jadi Korkot hingga jadi Team Leader Sulawesi Utara saat ini. Saya ngefans pokoknya. ❤️😍

In syaa Allah bisa travel ke sana, yahh..

Terima kasih, Sulawesi Utara! Sehat-sehat selalu, yaa.. Stay safe, stay healthy. I love you all..

PS. Ternyata ejaannya “Gula Tare”, KawaNina.. Hehehe.. 😁🙏🏻 Seperti ini penampakannya yaa.. (baru dapat fotonya pada 28 Oktober 2021 dari Kak Theresia. Oh ya, itu model tangannya Askot Mandiri Minahasa, Kak Micha Corneles. Hehehe..) ❤️💐

Gula Tare “Mawar”, camilan gula aren khas Wolaang, Langowan, Sulawesi Utara

Belajar dari Alung Banua, Manado

Pencerahan banget mengikuti videoconference Misi Teknis Capaian Layanan Infrastruktur Dasar NSUP/Kotaku di Alung Banua, kelurahan tetangga Bunaken, berlokasi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Alung Banua merupakan lokasi penyanggah/pendukung kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Bunaken. Udah tau dong, Bunaken itu salah satu destinasi wisata paling “hot” di Indonesia, yang kondang dengan keindahan alam bawah lautnya?

Nah, secara administrasi, Alung Banua termasuk Kecamatan Bunaken Kepulauan. Alung Banua satu pulau dengan Bunaken, hanya beda kelurahan saja. (Lihat petanya aja ya, KawaNina). Meski letaknya di pulau kecil dan “terpencil”, Alung Banua tetap masih wilayah perkotaan, lho.

Menurut info pendamping di lokasi setempat, fasilitas pendidikan di Alung Banua hanya sebatas sekolah dasar saja. SMP, ada di Bunaken. SMA, ada di Manado (menyeberang ke pulau utama). Kalau ada anak Alung Banua beranjak SMP dan melanjutkan sekolahnya, mereka harus berjalan kaki sejauh 14 km (PP) ke sekolah, karena tidak ada transportasi publik. Mereka berangkat pukul 4 pagi, agar tidak terlambat masuk sekolah.

Pernah dicetuskan ide untuk membeli sekoci/taksi air khusus mengangkut anak-anak sekolah, tapi bingung siapa yang akan bertanggung jawab mengelolanya. Akhirnya anak-anak itu tetap memilih jalan kaki saja. Setiap kembali dari sekolah, anak-anak ini kadang lapar di jalan, mereka pun mengganjal perutnya dengan memungut dan memakan kelapa yang jatuh di sepanjang jalan–banyak pohon kelapa pastinya dong, namanya juga pulau kecil dikelilingi laut, hehe..

Lalu bagaimana kalau mereka SMA? Yah, anak-anak ini menumpang tinggal di saudara mereka di Kota Manado. Setiap weekend, rata-rata mereka pulang ke Alung Banua. Hanya saja, tak mudah menyeberang dari Manado ke Bunaken. Hanya bisa ditempuh dengan perahu, sekitar 20-30 menit, dengan ongkos Rp 5.000 per orang. Itupun hanya beroperasi hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Di luar itu, harus charter dengan biaya ekstra; bahkan bisa mencapai Rp 100.000 per orang (kalau nggak salah ya).

Risikonya? Kalau sedang musim angin barat, air akan naik (pasang), ombak pun bergejolak lebih tinggi. Seperti yang terjadi hari ini, seharusnya Tim OSP Sulawesi Utara ke Alung Banua, reportase live untuk zoom meeting, terpaksa urung karena ombak sedang tinggi. Tim dari Manado, Kak Theresia Wulansari (lihat video, ya) sempat mewawancarai penyeberang reguler perahu tadi pagi. Beliau tidak merekomendasikan menyeberang, karena akan ngeri bagi yang tidak terbiasa menggunakan perahu.

Fasilitas kesehatan? Sudah ada di Bunaken (lokasi kecamatan), dan bisa untuk rawat inap, tapi sebatas sakit yang tidak parah dan tidak memerlukan peralatan lengkap. Jika sakitnya parah, mau tak mau harus dirujuk ke RS besar di Manado, notabene menyeberang pulau.

Saya mendengar keterangan ini dengan takjub; merasa kuper banget. wkwkwkw.. Terima kasih sharing pengetahuannya, teman-teman Tim Manado. ❤️😘🥰

Tips Keselamatan saat Gempa Bumi

https://wartakita.id/alam/tips-keselamatan-saat-gempa-bumi/

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat. Data gempa dari berabad-abad berupa siklus dan lokasi lempeng menjadi patokan ilmiah untuk memprediksi kemungkinan gempa bumi namun belum dapat diperhitungkan kapan tepatnya. Walau demikian, seperti kejadian alam lainnya, gempa bumi masih bisa diantisipasi.

Ada banyak sebab terjadinya gempa bumi:

  • Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi
  • Aktivitas sesar di permukaan bumi
  • Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah longsor
  • Aktivitas vulkanik gunung api
  • Ledakan nuklir

Mekanisme perusakan terjadi karena energi getaran gempa dirambatkan ke seluruh bagian bumi. Di permukaan bumi, getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan runtuhnya bangunan sehingga dapat menimbulkan korban jiwa.

Getaran gempa juga dapat memicu terjadinya tanah longsor, runtuhan batuan, dan kerusakan tanah lainnya yang merusak permukiman penduduk.

Gempa bumi juga menyebabkan bencana ikutan berupa kebakaran, kecelakaan industri dan transportasi serta banjir akibat runtuhnya bendungan maupun tanggul penahan lainnya.

Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun anda berada.

1. Di dalam rumah

Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal.
Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.

2. Di sekolah

Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.

3. Di luar rumah

Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.

4. Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall

Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.

5. Di dalam lift

Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

6. Di kereta api

Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

7. Di dalam mobil

Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.

8. Di gunung/pantai

Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

9. Beri pertolongan

Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitar anda.

10. Dengarkan informasi

Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.

Sumber: Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia, Set BAKORNAS PBP dan Gempa bumi dan Tsunami, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral.

(Copas dari wartakita.id edisi 23 Desember 2015)

Bicara Bahasa Asing

Keluarga dan KawaNina tercinta,
Kuncinya berbahasa asing hanya dua: 1. Percaya diri, 2. Seringlah berlatih mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, pede. Salah-salah sedikit gapapa, yang penting kitanya bersedia dikoreksi dan menerapkan apa yang sudah dipelajari seiring waktu. Orang asing selalu bisa menghargai upaya kita berbahasa mereka. Makanya kita juga harus mampu menghargai upaya mereka berbahasa Indonesia. Buat mereka, bahasa kita itu sulit di lidah, sebagaimana bahasa mereka pun sulit di lidah kita. Jadi ngga ada alasan “mengejek” orang asing yang kesulitan mengucapkan kata dalam bahasa Indonesia. Janji ya? 😁👍

Kedua, latih/praktikkan terus. Sejago-jagonya kita berbahasa asing dalam tulisan, begitu ngobrol biasanya berantakan. Kenapa? Ya karena jarang dipraktikkan. Saya dibesarkan oleh orang tua yang jago berbahasa asing (setidaknya Inggris, Portugis, dan Belanda). Mama, rohimahullah, jago bahasa Inggris hanya tulisan. Karena ngga berlatih, akhirnya cuma pasif dan ngga cukup pede untuk berbahasa Inggris aktif, padahal beberapa pacar anaknya (ehem, adik saya) tu orang asing.. 😜 Papa saya, setidaknya, menguasai English, Portuguese, Dutch. Hanya saja utk Portugis dan Belanda udah banyak lupanya (kata beliau), karena lebih banyak mempraktikkan English. This is great, karena calon adik ipar saya adalah orang India, yg notabene lebih sering berbahasa Inggris di tengah kami. Plus, mungkin kalau Bang Aladdin berjodoh sama saya (hahayyy… Aamiin!) berarti papa akan punya dua menantu WNA yg sehari-harinya berbahasa Inggris.

KawaNina, ngga perlu berpikir bahwa dengan mampu berbahasa asing trus kesannya super duper keren banget. No, man.. 😁 It’s ONLY a language. Jangan lupa, apa sih fungsi bahasa? Buat komunikasi kan? Nah, bahasa adalah ALAT berkomunikasi. Masalahnya, kita MAU nggak BELAJAR lebih banyak? Kalau mau maka bahasa akan membuka lebih luas akses kita ke dunia luar. Artinya bisa belajar lebih banyak lagi tentang budaya orang lain di dunia. Saya sih suka belajar hal-hal baru, makanya saya belajar bahasa, at least Inggris. Itu aja, menurut saya sih.

Gimana dengan saya?

Alhamdulillah saya bisa berbahasa Inggris sejak kecil, karena orang tua saya mendidik demikian. Dan itu juga saya terapkan ke anak-anak saya sejak kecil. Jadi selain bahasa Indonesia, Sunda, dan Jawa, anak-anak saya fasih berbicara Inggris, bahkan Jepang. Apalagi Bang Aladdin juga sempet bilang, “Biasakan anak-anak berbahasa Inggris, biar kita bisa ngobrol bareng.” Makanya waktu Bang Aladdin menemui anak-anak saya saat dia di Indonesia, obrolan mereka mengalir dan gak ada kesulitan berarti. Malah mendekatkan hati. Nah, ini barulah namanya “The power of Communication”. 😍💕👍 Ke depannya, insyaa Allah, saya mau belajar bahasa Belanda sama si Abang, karena dia expert (ya eyalahh dia orang sono 😜). Dia juga jago bahasa Suriname, Urdu, Jerman, jadi saya mau minta ajarin juga sama dia–kalau dia ada waktu, tentunya. 💕 Saya benar-benar suka belajar hal-hal baru. Tantangan baru, ilmu pengetahuan baru… 😍

Nah, segitu dulu ya catatan panjang hari Ahad pertama di bulan Mei. Semoga bermangpaat. 😁 Have a great weekend.

[Knowledge] Pelatihan Film Dokumenter

KawaNina, jadi begini. Kemarin, Rabu, 27 Juli 2016 saya dan Mas Bambang (personel Desain Grafis KMP KOTAKU) mengikuti pelatihan Film Dokumenter untuk Pengurangan Risiko Bencana (PRB), di Gedung Suara Merdeka, Jl. Wahid Hasyim No. 2 Lantai 3, Jakarta Pusat.
 
Pelatihan lebih ke pemaparan materi dasar mengenai pembuatan film dokumenter, belum berbicara spesifik mengenai pengurangan risiko bencana, tidak melakukan praktik membuat film dokumenter secara langsung. Meski demikian, hal yang sangat menarik adalah presentasi yang disampaikan oleh narasumber: Filmmaker Amin Panji Wijaya, sutradara film dokumenter “Our Land“, pemenang dalam perlombaan “Think Forest Video Award” yang digelar oleh Center for International Forestry Research (CIFOR) NGO internasional yang bergerak di bidang riset hutan dan lingkungan.

pelatihan-dokumenter
Dalam pelatihan, Panji memaparkan teori dasar film dokumenter, seraya menunjukkan sejumlah video hasil karya miliknya dan filmmaker lain sebagai contoh macam-macam gaya/tipe film dokumenter, yaitu: ekposisi, observasi, interaktif, refleksi, dan perfomatif.
 
Pertama, tipe eksposisi (expository documentary). Tipe ini terbilang konvensional, dan umumnya merupakan tipe format dokumenter televisi, menggunakan narator sebagai penutur tunggal. Contoh tipe eksposisi adalah video-video yang diluncurkan Discovery Channel dan National Geographic (salah satu contohnya: https://www.youtube.com/watch?v=s1Tliy-QS98)
 
Kedua, tipe observasi (observational documentary). Tidak menggunakan narator dan video konsentrasi pada dialog antarsubjek. Dalam hal ini, sutradara menempatkan dirinya sebagai observator atau pengamat. (ngga tau nih contohnya apaan, hehehe..)
 
Ketiga, tipe interaktif. Sutradara berperan aktif dalam film, sehingga komunikasi sutradara dengan subjek ditampilkan dalam gambar. Contoh film bergaya interaktif adalah “Citizen Four” karya Laura Poitras (https://www.youtube.com/watch?v=qfjztdU0_eo)
 
Keempat, tipe refleksi. Tipe ini cenderung menekankan bahwa mata film yang merekam berbagai realitas yang disusun kembali berdasarkan pecahan-pecahan shot yang dibuat. Contoh film dokumenter tipe ini adalah “Shape of The Moon” karya Leonard Retel Helmrich (https://www.youtube.com/watch?v=txsAltMGFjU)
 
Kelima, tipe performatif. Film dokumenter tipe ini mendekati film fiksi, karena yang diperhatikan adalah kemasannya semenarik mungkin (berupa angle/sudut pengambilan gambar, pencahayaan, sinematografi, dsb) dan sangat mementingkan alur penuturan/plot film. Contohnya: “Bella Vita” karya Jason Baffa. (https://www.youtube.com/watch?v=GZO24AzhVH4)
 
Namun begitu, dalam satu film dokumenter bisa berupa paduan dari dua atau lebih tipe-tipe di atas.
 
Mengenai durasi, Panji mengatakan, ada perubahan tren durasi film dokumenter. Jika dahulu adalah 30 menit (dokumenter standar), atau minimal 45 menit (dokumenter panjang), kini cukup menjadi 2 sampai 5 menit saja. Untuk itu dibutuhkan kreativitas dan kematangan tim film dalam melakukan riset, produksi, editing, hingga peluncurannya. Perhitungan cermat terkait waktu dan budget proses pembuatan film juga wajib dilakukan.
 
Kesimpulannya, dalam membuat film dokumenter, tak cukup hanya kreativitas kita, tapi juga perlu waktu yang cukup panjang dan budget memadai guna menghasilkan film terbaik dan bisa dipertanggungjawabkan kepada penontonnya.
Berikut adalah file yang di-sharing oleh disasterchannel.co:
  1. Dasar-dasar Fotografi Jurnalistik oleh Rully Kesuma (Tempo)
  2. Teknis Kreatif Fotografi oleh Rully Kesuma (Tempo)
  3. Sejarah Film oleh Amin Panji Wijaya (Filmmaker, Director of “Our Land”)
Semoga bermanfaat yaa..

[knowledge] Sapiosexual? Demisexual? What?

Disclaimer:Mohon baca status ini dengan bijak, dewasa, dan pikiran terbuka. Tujuan sharing status ini adalah untuk nambah pengetahuan (sosial-humaniora). Jadi, untuk para bocah, ABG, apalagi ABG tua nakal, yang kesulitan menjaga hati tetap bijak dan pikiran tetap terbuka, monggo di-skip aja status saya berikut ini ya.. Buat yang mau belajar, silakan dibaca. Semoga bermanfaat. 🙂
Barusan saya membaca-baca artikel di internet, tetiba mata ini menangkap dua kata (istilah) baru yang menarik minat saya untuk direkam baik-baik di otak. Istilah tersebut adalah:
“Sapiosexual” dan “Demisexual”.
Saya sudah pernah mendengar istilah “Sapiosexual” sebelumnya, sebulan belakangan, melalui medsos dan dari pembicaraan orang lain. Kebanyakan sih bule yang menggunakan kata itu. Tapi tampaknya makin banyak juga orang Indonesia yg fasih berbahasa Inggris, mulai mengunakan istilah tersebut.
Lalu, apa artinya?
Sapiosexual, bukan ketertarikan seks sama sapi lho ya. Hahaha.. Istilah ini menyerap kata “Sapien” (latin) = manusia yang kaitannya dengan akal/kecerdasan (intelligence atau wisdom) dan kelakuannya (behavior).
Jika digabung, Sapiosexual berarti ketertarikan secara seksual (aroused) karena kecerdasan/wisdom dan sikap yang dimiliki orang tertentu.
Bicara pengertian seks secara logika, biasanya ketertarikan seks diakibatkan penampilan fisik seseorang—karena seksi/kekar fisiknya atau ganteng/cantik, Nah, orang-orang yang “Sapiosexual” ini justru tertarik BUKAN karena fisik, melainkan karena kecerdasan dan sikap orang tersebut.
Definition of Sapiosexual — One who finds intelligence the most sexually attractive feature; behaviour of becoming attracted to or aroused by intelligence and its use.
Sedangkan Urban Dictionary (http://www.urbandictionary.com/define.php?term=sapiosexual) menyebutkan:
Sapiosexual — One who finds intelligence the most sexually attractive feature.
Sudah jelas ya?
Oke, sekarang apa pulak itu “Demisexual”?
Bisa ditebak, istilah tersebut merupakan gabungan dari kata “demi” yang berarti separuh, dan “sexual”. Trus, apakah artinya jadi separuh seks gitu? Hehehe.. bukaaaan..
“Demisexual” punya arti seseorang yang hanya akan merasa tertarik secara seksual jika sudah ada ikatan batin/emosi dan romansa (cinta) yang mendalam dengan seseorang (atau lebih) tertentu. Semakin dalam ikatan tersebut, semakin tinggi ketertarikannya (secara seksual).
Menurut Urban Dictionary (http://www.urbandictionary.com/define.php?term=demisexual) disebutkan:
Demisexuals are characterized by a lack of sexual attraction toward any person unless they become deeply emotionally or romantically connected with a specific person or persons. The level of connection it takes for sexual desire to form is dependent on how close the relationship is rather than initial attraction. It is an orientation that is not chosen.
Demisexuality does not refer to the active restraint or repression of sexual desires or actions.
Nah, sudah paham artinya ya? Lumayan toh, nambah ilmu.
Sekarang, kalau ditanya, apa ada orang yang beneran Sapiosexual dan/atau Demisexual kayak begitu, dengan mantap saya akan jawab, “Ada banget.” Siapa? Ya saya. Malahan saya tu cenderung dua-duanya. 😀 Saya hanya tertarik secara seks kepada lelaki yang sangat cerdas dan terikat emosi dengan saya. Kalau ada seseorang yang tidak terikat emosi dengan saya, apalagi dia ngga cerdas, walahhh udah pasti 100% saya ngga akan tertarik sama sekali, biarpun dia jungkir balik bawa bulan dan bintang untuk saya. Hehehe..
Trus saya iseng ikut Tes “Are you a Sapiosexual” di lonerwolf.com. Ini hasilnya:
sapiosexual-test.jpg
Ahahahaha.. My score test is 95%, means it’s 95 out of 100 points. It shows how I am quite Sapiosexual. Only smart and wise men aroused me.
Sebenernya ada lagi satu istilah lain, “Pansexual”. Saya tau banget apa artinya. Tapi kali ini, saya mau tantang Keluarga dan KawaNina untuk menjawab di komentar, apa sih arti dari istilah tersebut. Apa hayoooo? Ditunggu jawabannya. 😉

[Islam] The Sajada

Literally my “magic carpet”. It called sajada. It takes me to a special journey and meet Allah. At least 5 times a day.

image
The sajada

Do you know why Muslims require to pray 5 times a day? They called “shalat”. We do the shalat fardhu (the-must-do pray) 5 times a day. In the dawn before the sunrise 2 rakaat, at high noon 4 rakaat, before sunset 4 rakaat, between the sunset and the night fall (maghreeb) 3 rakaat and night fall 4 rakaat. We also have the sunnah: rawatib and other kind of shalat.

Each of the shalat means we’re having this special journey to meet Allah, The Divine Creator of the Universe, our souls travel across any kind of dimensions while our bodies stay on earth.

So why should we do it, at least 5 times a day? Aside of it’s the rule, I really think that human unable to carry on living without hopes. And as Muslim, Allah fulfilled that hopes of meeting Him 5 times a day. How amazing is that? 🙂

And a great Muslim will keep the commitment to meet Allah 5 times a day, at least. Well, no, Allah does not need us. Allah does not need to be worshipped by human, since Allah already worshipped by the entire universe. We, humans, are just a tiny winy speck of dust. We, human, need to worship Allah. It is the only true connection. You can always break up connection with other humanbeings. We’re mortals. But Allah is immortal. We need that connection.

And this sajada, is one of several devices to get on that connection. What’s other devices? Your heart, mind, and consciousness. Feel the love of Allah, and you will be completed.

image
The sajada

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: