Suatu hari, 1-2 tahun lalu, seorang driver (mobil) online bertanya ke saya:

Bu, coba jawab jujur. Kenapa kaum ibu itu biasanya ngambek berat pas tahu suami atau anak menghilangkan tupperware?

Saya kaget. Kirain mah mau tanya apaan yang serius begitu. Saya tertawa, tapi si Bapak rupanya serius. Bahkan, dia bilang, ini pertanyaan dia ajukan ke semua penumpangnya, baik laki-laki ataupun perempuan.

Saya jadi ngakak lagi. Waduh, fenomena tupperware bisa “meretakkan” rumah tangga ini perihal cukup serius rupanya. Akhirnya saya jawab dari sisi saya pribadi deh..

Sejujurnya nih, Pak, saya bukan tipe perempuan yang ngefans sama tupperware. Ada, alhamdulillah, ngga ada ya gak masalah. Untuk tempat bekal makanan/minuman, saya pakai merk apa saja oke. Tapi memang pernah lah saya punya puluhan set tupperware juga. Intinya saya tidak eksklusif harus tupperware. Kenapa? Karena mahal. Dan ujungnya akan hilang juga. Hahaha..”

Nah, mungkin itu, Pak, kenapa ibu-ibu jengkel dan marah-marah kalau Bapak atau anak-anak menghilangkan tupperware. Mahal lho itu, Pak. Kadang Ibu-ibu nyicil belinya. Dan itu dibeli menggunakan uang Bapak juga. Jadi saya rasa bukan soal barangnya, Pak, melainkan soal bisa tidaknya Bapak menghargai uang Bapak sendiri, yang diinvestasikan oleh Ibu ke barang berkualitas untuk digunakan bersama keluarga. Memang bagus-bagus lho, Pak, tupperware itu. Dan biasanya limited edition.”

Sang Bapak sempat menyanggah. Menurutnya, namanya suami ngga masalah barang bagus atau nggak, limited edition atau bukan, yang penting fungsional.

Saya jawab, “Pak, namanya perempuan, sukanya ya yang indah-indah, awet tahan lama, dan bagus. Istri sudah sengaja memilihkan barang berkualitas untuk keluarga, masa ngga diapresiasi?”

Si Bapak manggut-manggut. Mungkin logika kelelakiannya masih belum nangkep alasan sebenarnya kenapa istri mengomel lama kalau dia menghilangkan tupperware. Yang dia pahami malahan: Kok istri saya lebih sayang tupperware daripada saya.

Saya ketawa geli.

Pikiran lelaki memang sederhana banget yaa. Makanya perlu perempuan, biar hidupnya tidak membosankan dan lebih menantang gitu. 😃

Eh trus dia tanya, kalau anak atau suami saya menghilangkan tupperware begitu, gimana? Saya jawab, “Beli lagi, kalau ada uangnya. Kalau ngga ada, ya risiko menghilangkan toh? Saya ngga perlu ngomel, mereka cukup jalani aja konsekuensinya.” 😃

Basically, saya memang tipe ibu/istri yang ngga memusingkan soal barang. Ada, pakai. Ngga ada, ya cari alternatif pakai yang lain, atau ngga usah pakai aja. Hidup udah ribet, ngga perlu dibikin lebih ribet.

“Enak banget ya, suami Ibu. Tenang kayaknya hidup suami punya istri kayak Ibu. Santai bener menghadapi hidup.”

Saya cuma nyengir. Meringis. Jelas saya ngga cerita dong bahwa saya hanya “punya” mantan suami. Wkwkwkwkw..

Fiuhhh.. 😛