Dia memang sang surya.
Flare-nya menghanguskan rasa.
Supernova-nya meleburkan asa.
Usai semua, tak ada lagi serpih tersisa.
Hanya kenangan dan luka.
 
Seketika logika memaki hati:
Bukankah sudah aku peringatkan, jangan lagi manusia kau percayai?
Dasar kau wanita hilang logika.
Kepedean dengan kelembutan dan rupamu, hah?
Dasar betina hina.
Tak tahukah, tak semua manusia ingin dicintai?
Tak tahukah, tak semua manusia mau disentuh kasih?
 
Tapi, sudahlah.
Teruskan langkah.
Berlalu.
Insyaa Allah waktu akan membuat lupa akan sembilu,
yang pernah menancap dalam di batinmu.
 
Sakit?
Bagus!
 
Resapi perihnya baik-baik,
Itulah biaya karena telah membiarkan orang lain masuk terlalu dalam ke relung hidup, angan, dan waktumu.
Tak semua orang baik akan baik bagimu, meski ia teramat mulia tak bercela.
Semata, ia memang tak ingin cinta. Khususnya darimu.
Mungkin hidup normal penuh romansa memang bukan untukmu.
Beranilah.
Hapus air matamu dan terimalah kalah ini dengan gagah.
Catatlah.
Lalu tutuplah.
Kuncilah.
Kemudian kuburlah.
 
Semoga Allah sudi kembali meraih genggammu, dan mengisinya dengan hal lain yang lebih bermakna. Aamiin..
 
*November rain was never this cold before.
But it was. Just walk away from it
Please stop.. I’m way too old for game of hearts
Advertisements