Lara Tersisa

Hey kamu yang ada di sana.
Di tanah Celebes, negeri para pelaut tangguh.
Begitu jauhkah hati,
hingga pikiran pun urung berlabuh di sudut jiwa.

Di sini cinta menyisakan lara.
Genangan di pelupuk mata
laksana sumber air nan tak kunjung kering.
Berharap.
Nelangsa.
Terpuruk, lalu patah.

Tersadar hadir diri ini tak diinginkan,
Pun mungkin tiada dikenang

Kalbu hanya mampu berbisik lirih,
Semoga duka segera terseret pergi
Dan arakan kabut kelak tersapu hangatnya mentari pagi

ketikalara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s